Stadium Generale BPI Guru & Karyawan SIT Al-Kautsar dan Al-Fatih Duri T.A 2025/2026: Menginspirasi melalui Ilmu, Nilai, Keteladanan, dan Nasehat

Duri, 2 Agustus 2025 / 8 Shafar 1447 H – Aula Yayasan Al-Kautsar menjadi saksi terselenggaranya kegiatan Stadium Generale Bina Pribadi Islam (BPI) yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SIT Al-Kautsar dan Al-Fatih Duri untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Bapak Dr. Dian Oka Putra, M.Sy, seorang konsultan pendidikan sekaligus pendiri Sekolah Adab Riau. Beliau membawakan materi penuh makna dengan fokus pada penguatan peran guru dalam pendidikan berbasis nilai, keteladanan, dan pembinaan karakter.

Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momentum penting untuk memperbarui semangat dan visi para pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan yayasan, agar senantiasa berkomitmen membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan beradab.


Sambutan Ketua Yayasan Al-Kautsar

Ketua Yayasan Al-Kautsar, Bapak H. Yulizar Uyun, memberikan sambutan pembuka dengan penuh apresiasi.

“Alhamdulillah, kegiatan Stadium Generale ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi kita semua untuk memperkuat niat, memperdalam ilmu, dan memperbaharui semangat dalam mendidik. Saya berharap materi yang disampaikan hari ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar kita terapkan dalam pengabdian kita di sekolah, demi mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Empat Poin Utama Materi

Dalam paparannya, Bapak Dr. Dian Oka Putra menyampaikan empat poin utama yang menjadi pondasi dalam Bina Pribadi Islam untuk para guru:

  1. Ilmu
    Guru hendaknya menggunakan ilmu ladunni—ilmu yang dibarengi dengan cahaya hati. Menjadi guru yang dirindukan oleh murid berarti membangun hubungan yang kuat, menyampaikan ilmu dengan hati, dan menjadi panutan yang menginspirasi.

  2. Value (Nilai)
    Peran guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan mengembangkan potensi diri siswa. Guru menjadi fasilitator, motivator, dan teladan yang menanamkan nilai-nilai positif, keterampilan sosial, dan keterampilan hidup.

  3. Keteladanan
    Metode pelajaran lebih penting daripada pelajaran, guru lebih penting daripada metode, dan ruh guru lebih penting daripada guru itu sendiri. Membangun adab peserta didik dimulai dengan keteladanan.

  4. Nasehat
    Merujuk pada tugas Rasulullah, guru tidak sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga mensucikan jiwa dan hati peserta didik dari penyakit hati, kemusyrikan, dan akhlak buruk.


Diskusi Hangat dan Tanya Jawab

Setelah pemaparan materi, suasana semakin hidup dengan sesi diskusi interaktif. Guru dan karyawan antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman, sehingga terjadi pertukaran ide yang memperkaya wawasan bersama.


Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, yang juga turut hadir menyampaikan kesan positif atas kegiatan ini.

“Materi yang disampaikan Bapak Dr. Dian Oka Putra benar-benar menyentuh hati. Kita semua diingatkan kembali bahwa menjadi guru bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk karakter, menjadi teladan, dan memberikan nasehat yang menuntun peserta ke arah kebaikan. Semoga semangat ini terus terjaga sepanjang tahun ajaran,” ujarnya.


Kegiatan Stadium Generale BPI ini diharapkan menjadi bekal moral dan spiritual bagi seluruh guru dan karyawan SIT Al-Kautsar dan Al-Fatih Duri, agar semakin kokoh dalam menjalankan amanah sebagai pendidik yang berilmu, bernilai, penuh keteladanan, dan senantiasa memberi nasehat yang menuntun pada kebaikan.