
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran yang efektif, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan zaman, Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Al-Kautsar menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) selama dua hari pada Kamis–Jumat, 27–28 Safar 1447 H / 21–22 Agustus 2025/
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh guru dari berbagai unit pendidikan Al-Kautsar dan Al-Fatih yaitu TK IT Al-Kautsar, SD IT Al-Kautsar, SMP IT Al-Kautsar, SMA IT Al-Kautsar, serta SD IT Al-Fatih di unit masing-masing.
Untuk guru SMP IT Al-Kautsar, kegiatan diikuti bersama-sama di ruang meeting sekolah.

Pelatihan menghadirkan narasumber berkompeten di bidang pendidikan, yaitu:
-
Drs. Andri Defrioka, M.Pd. (Asesor BAN-PDM, peserta program pemerintah yang dikirim ke Australia untuk mempelajari Pembelajaran Mendalam)
-
Yuli Herman, M.Pd. (Dosen dan Asesor BAN-PDM)
Acara diawali dengan pembukaan oleh Bapak Fadly Mart Gultom, S.Pd.I., M.Pd., CEIC selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Yayasan Al-Kautsar, Bapak H. Yulizar Uyun.
Dalam arahannya, Bapak H. Yulizar Uyun menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan di lingkungan Al-Kautsar dan Al-Fatih. Beliau menekankan:
“Guru adalah ujung tombak dalam mencetak generasi unggul. Dengan pembelajaran mendalam, kita tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan daya kritis peserta didik. Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk terus berbenah dan berinovasi demi lahirnya generasi berprestasi, berkualitas dan berkarakter islami.”
Adapun materi yang dipaparkan oleh para narasumber mencakup:
-
Konsep dan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning)
-
Kerangka pembelajaran mendalam yang berorientasi pada kebermaknaan belajar
-
Strategi implementasi pembelajaran mendalam dalam kelas
-
Penilaian autentik dalam pembelajaran mendalam
-
Contoh nyata berupa modul deep learning yang dapat dijadikan referensi oleh guru
Berikut poin-poin penting materi yang disampaikan yaitu sebagai berikut:
KENAPA DEEP LEARNING?
Jika kita ingin siswa berkembang di masa yang penuh turbulensi dan kompleks, mampu menerapkan pemikiran di situasi baru, serta mengubah dunia, kita harus menata ulang pembelajaran: apa yang penting dipelajari, bagaimana pembelajaran itu didukung, di mana pembelajaran berlangsung, dan bagaimana kita mengukur kesuksesan.
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara mendalam, menghubungkan ide, dan menerapkan pengetahuan di situasi baru.
Karakteristik:
- Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan informasi baru.
- Melibatkan berpikir kritis dan refleksi.
- Memfokuskan pada makna dan hubungan antar-konsep.
- Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas.
- Menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata atau proyek kolaboratif.
DEFENISI PEMBELAJARAN MENDALAM
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
PENTINGNYA PEMBELAJARAN MENDALAM
Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi
- Keterlibatan
- Guru membangun keterlibatan peserta didik sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar yang bermakna
- Berkesadaran
- Guru lebih dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta secara aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan
- Memuliakan
- Guru dan peserta didik lebih dapat saling menghargai dan menghormati potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan
- Pengembang Budaya Belajar
- Guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar
- Pemanfaatan Teknologi Digital
- Guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran
- Multi/Interdisiplin Ilmu Pengetahuan
- Guru dan peserta didik lebih dapat membangun pengetahuan multi-disiplin ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran
KERANGKA PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)
Berkesadaran (Mindful)
- Pembelajaran bermakna berdasarkan kesadaran diri (spiritual competencies
- Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Contoh Kegiatan:
- Guru mengajak siswa mendiskusikan mengapa materi ini penting dan bagaimana mereka bisa menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari
- Guru meminta siswa menuliskan refleksi atau jurnal belajar tentang perasaan mereka saat memecahkan masalah, strategi yang digunakan, dan perbaikan yang bisa dilakukan di masa depan.
Bermakna (Meaningful)
- Pembelajaran bermakna, kontekstual, sesuai untuk kehidupan
- Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas menerima informasi/penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan.
Contoh Kegiatan:
- Guru mengajak murid melakukan observasi di lingkungan sekitar.
- Guru mengajak siswa diskusi singkat tentang berbagai sumber energi yang mereka gunakan sehari-hari, seperti listrik, baterai, dan bahan bakar.
- Guru juga mendorong siswa untuk menciptakan solusi nyata seperti pemanfaatan energi terbarukan di rumah atau sekolah.
Menggembirakan (Joyful)
- Pembelajaran yang menyenangkan, secara fisik, sosial, dan budaya
- Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Contoh Kegiatan
- Guru memulai kelas dengan menanyakan kondisi murid, kesiapan belajar.
- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil dan memberikan tantangan yang sesuai.
- Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif terhadap kreativitas dan ekspresi setiap kelompok.
PENGALAMAN BELAJAR
Contoh Aktivitas Merefleksikan
Tujuan: Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran serta memaknai pengalaman belajar untuk perbaikan di masa depan.
Aktivitas:
- Siswa diminta untuk membuat jurnal refleksi tentang proses pembuatan terrarium:
- Apa yang mereka pelajari tentang ekosistem dan keseimbangan lingkungan?
- Apa tantangan yang mereka hadapi saat membuat proyek?
- Bagaimana mereka memecahkan masalah yang muncul?
- Guru memandu diskusi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di dunia nyata.
- Siswa berbagi hasil refleksi dan mempresentasikan terrarium mereka di depan kelas, sekaligus menerima umpan balik dari guru dan teman-temannya.
DESAIN PEMBELAJARAN: MENENTUKAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:
- Kompetensi, kemampuan murid sebagai hasil dari proses pembelajaran. Tujuan disusun dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan. Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:
- Secara konkret, kemampuan apa yang perlu murid tunjukkan?
- Tahap berpikir apa yang perlu murid tunjukkan?
- Konten pada lingkup materi berupa pengetahuan esensial dan pengetahuan aplikatif yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
ASESMEN
Penilaian atau asesmen adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar dan capaian perkembangan atau hasil belajar peserta didik. Asesmen dapat menggunakan beragam teknik dan/atau instrumen penilaian yang sesuai dengan tujuan belajar.
a. Asesmen pada awal pembelajaran
b. Asesmen pada proses pembelajaran
c. Asesmen pada akhir pembelajaran
KERANGKA PEMBELAJARAN ▹ KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Contoh Kemitraan:
- Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya
- Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ Lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya
- Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
KERANGKA PEMBELAJARAN ▹ LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM
- Lingkungan pembelajaran yang mendukung
- budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik berekplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
- optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya.
- pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.
KERANGKA PEMBELAJARAN ▹ PRAKTIK PEDAGOGIS
Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:
- Pembelajaran Berbasis Inkuri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
- Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya
Pelatihan berjalan dengan khidmat dan penuh semangat. Para guru dari berbagai unit terlihat tenang dan fokus mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber. Di ruang meeting SMP IT Al-Kautsar, tampak deretan guru duduk rapi dengan perangkat masing-masing, menyimak penjelasan sambil mencatat poin-poin penting.
Sesekali guru mengangguk tanda memahami, ada pula yang aktif bertanya melalui sesi diskusi. Suasana hangat dan penuh antusias ini mencerminkan kesungguhan para pendidik untuk menggali wawasan baru serta mengasah kemampuan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di kelas.

Dengan suasana yang kondusif, kegiatan pelatihan tidak hanya memberikan tambahan ilmu, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas diri demi kemajuan pendidikan di lingkungan Al-Kautsar.
Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M selaku Kepala SMP IT Al-Kautsar dalam kesempatan ini memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan:
“Kami menyambut baik kegiatan pelatihan pembelajaran mendalam ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP IT Al-Kautsar. Harapan kami, seluruh guru dapat mengimplementasikan prinsip-prinsip deep learning dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran, sehingga setiap proses belajar benar-benar memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik.”
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh guru Al-Kautsar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih kolaboratif, kreatif, kritis, komunikatif, sekaligus menanamkan nilai-nilai iman dan akhlak mulia kepada peserta didik.
