
Dalam rangka memperingati Milad ke-23 Yayasan Al-Kautsar, diselenggarakan kegiatan Seminar Pendidikan yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Pendidik dalam Transformasi Pendidikan Nasional yang Berkelanjutan dan Berkarakter.” Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam upaya yayasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran strategis pendidik sebagai ujung tombak pembentukan generasi masa depan.
Seminar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2026, bertempat di Aula SMP IT Al-Kautsar, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dari unit TK, SD, SMP, hingga SMA IT Al-Kautsar, serta SD IT Al-Fatih.

Selain diikuti oleh internal yayasan, kegiatan ini juga dihadiri oleh guru-guru perwakilan dari berbagai sekolah negeri dan swasta jenjang TK, SD, SMP, dan SMA di wilayah Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, dan Pinggir, sehingga suasana seminar terasa semakin hidup dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan antar pendidik.

Kegiatan seminar diawali dengan pembukaan oleh MC yang memandu jalannya acara dengan penuh khidmat.

Selanjutnya, pembacaan kalam ilahi dibacakan oleh ananda M. Naufal Muzaki, murid SMP IT Al-Kautsar. Lantunan bacaan Al-Qur’an yang merdu dan penuh penghayatan, sehingga menambah kekhusyukan suasana kegiatan yang menghadirkan nuansa religius sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam dunia pendidikan.

Selanjutnya, seluruh peserta seminar berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars JSIT, dan Mars Al-Kautsar.

Lagu-lagu tersebut dipandu oleh Ibu Eva Miswalda, S.Pd bersama tim paduan suara SMP IT Al-Kautsar yang tampil dengan penuh semangat dan kekompakan, membangkitkan rasa nasionalisme sekaligus kebanggaan terhadap lembaga pendidikan.


Wakil Direktur Pendidikan YPIT Al-Kautsar, Bapak Fadly Mart Gultom, S.Pd.I., M.Pd., Gr., CIEC., CCP., menyampaikan pesan yang mendalam mengenai peran penting seorang pendidik di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. Beliau menegaskan bahwa guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga pembimbing, pembina, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik.

Dalam sambutannya, beliau juga secara khusus mengajak seluruh guru peserta seminar untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu dari narasumber. Momentum seminar ini, menurut beliau, merupakan kesempatan berharga untuk memperkaya wawasan, memperkuat kompetensi, serta memperbarui semangat dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dibawakan oleh ananda Rengga Apriliano, murid SMA IT Al-Kautsar, dengan penuh khidmat, memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan serta manfaat ilmu bagi seluruh peserta seminar.


Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Yessy Yanita Sari, M.Pd. Beliau merupakan sosok pendidik dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman luas di tingkat nasional maupun internasional. Beliau saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pakar JSIT serta aktif sebagai Konsultan Pendidikan yang berkontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan di berbagai lembaga.

Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai Asesor Sekolah Penggerak di Kemendikbud, serta berkiprah sebagai dosen di Sekolah Pascasarjana UHAMKA, Jakarta. Tidak hanya itu, beliau juga menjabat sebagai Kepala Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, yang menunjukkan dedikasinya dalam mencetak calon pendidik yang berkualitas.
Pengalaman internasional beliau diantaranya pernah menjadi presenter pada International Conference on Education and Global Studies di Osaka, Jepang (2020), serta menjadi pembicara pada 4th International Conference on Islamic Education di Lahore, Pakistan (2014). Bahkan, beliau juga pernah mewakili guru Indonesia sebagai presenter dalam Green School Project pada Asia Europe Conference di Sonderborg (2009).
Di bidang kepenulisan, beliau dikenal sebagai penulis buku best seller seperti Membidik Karakter Hebat, Desain Pengembangan Pendidikan Karakter Profetik berbasis Buku Antologi, serta Standar Penjaminan Mutu SIT Indonesia. Karya-karya tersebut menjadi rujukan penting dalam pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.
Dalam pemaparannya, beliau membuka dengan mengajak guru untuk memahami tantangan pendidikan saat ini yang semakin kompleks. Menurut beliau, transformasi pendidikan nasional merupakan proses perubahan sistem pendidikan di tingkat nasional yang dilakukan secara terencana, terus-menerus, dan jangka panjang, dengan tujuan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang kuat dan bermoral.

Beliau menekankan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses untuk menemukan, mengenali, dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Setiap anak memiliki potensi, namun potensi tersebut tidak selalu muncul secara otomatis. Di sinilah peran pendidik menjadi sangat penting, yaitu sebagai pihak yang mampu memunculkan, mengarahkan, dan mengembangkan potensi tersebut secara optimal.
Lebih dalam, narasumber mengajak para guru untuk melakukan refleksi diri dengan pertanyaan yang sederhana namun mendalam: Apakah kita sudah menjadi guru yang profesional, bahagia, dan mulia? Pertanyaan ini menjadi titik awal bagi para pendidik untuk mengevaluasi peran dan kualitas diri dalam menjalankan tugas.
Dalam penjelasannya, beliau menguraikan bahwa peran pendidik sangatlah luas, meliputi berbagai fungsi seperti mudarris (pengajar/pentransfer ilmu), muaddib (pembina adab), mudarrib (pelatih), muwajjih (pembimbing/pemberi nasihat), hingga mursyid (konsultan). Semua peran ini harus dijalankan secara seimbang agar pendidikan tidak hanya menghasilkan murid yang cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.
Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa pendidikan melibatkan tiga unsur penting, yaitu sebagai subjek, objek, dan alat, yang harus berjalan secara terintegrasi. Dalam proses pendidikan, murid berperan sebagai subjek utama, interaksi menjadi objek yang terus dibangun dan dikembangkan, sedangkan alat yang digunakan dapat berupa berbagai media pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Adapun proses pembentukan karakter harus dilaksanakan secara progresif, konsisten dan sistematis.
Beliau juga mengingatkan bahwa tugas guru sejatinya adalah membantu orang tua dalam membentuk karakter anak, sehingga sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi sangat penting dalam menciptakan pendidikan yang efektif.
Dalam penyampaiannya, pemateri tampil dengan penuh semangat dan energi, sehingga suasana seminar terasa hidup dan tidak monoton. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, di mana pemateri tidak hanya menjelaskan, tetapi juga aktif melibatkan para guru peserta seminar melalui pertanyaan, refleksi, dan diskusi singkat. Interaksi yang terbangun ini membuat para guru lebih mudah memahami materi sekaligus mendorong keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung.


Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan sangat interaktif. Para guru dari berbagai unit pendidikan tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari tantangan dalam membentuk karakter peserta didik, strategi menghadapi perubahan zaman, hingga cara menjaga semangat dan profesionalisme sebagai seorang pendidik.


Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan penuh kehangatan dan kedalaman. Jawaban yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Diskusi yang terbangun dalam sesi ini mencerminkan semangat belajar yang tinggi dari para guru, sekaligus menunjukkan kesadaran bahwa menjadi pendidik adalah proses belajar sepanjang hayat.
Melalui kegiatan seminar ini, para guru memperoleh banyak wawasan dan pemahaman baru yang sangat berharga. Tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memberikan bekal praktis dalam menjalankan peran sebagai pendidik.

Beberapa hasil dan manfaat yang dirasakan oleh guru antara lain meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran guru sebagai pembentuk karakter, bukan sekadar pengajar materi. Para guru juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menggali dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Selain itu, seminar ini juga memberikan motivasi dan semangat baru bagi para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kebahagiaan dalam mengajar, serta menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan kemuliaan.
Para guru juga menyadari pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, serta perlunya konsistensi dalam menanamkan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek pembelajaran.
Dengan bekal yang diperoleh, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih bermakna, inspiratif, dan berkarakter.
Seminar Pendidikan dalam rangka Milad ke-23 Yayasan Al-Kautsar ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan berkarakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga sebagai sarana refleksi, penguatan, dan penyegaran semangat bagi seluruh pendidik.
Semoga melalui kegiatan ini, seluruh guru semakin termotivasi untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik dalam dunia pendidikan. Dengan peran pendidik yang optimal, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak.
Di usia yang ke-23 ini, semoga Yayasan Al-Kautsar senantiasa diberkahi oleh Allah SWT, terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan terpercaya, serta mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

