
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu murid SMP IT Al-Kautsar. Pada tanggal 5–6 Februari 2026, dalam ajang Cendana Festival Project yang diselenggarakan oleh MAS Cendana Mandau, Queen Shakira Arianti dari kelas IX Asma’ berhasil meraih Juara 1 pada cabang lomba story telling. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, latihan yang konsisten, dan keberanian untuk tampil mampu mengantarkan murid meraih hasil terbaik.
Ia tidak sekadar tampil. Ia menghidupkan dongeng.
Dengan membawakan kisah klasik Sleeping Beauty, Queen sukses meraih Juara 1 pada lomba story telling. Namun kemenangan itu bukan hanya tentang piala. Itu tentang keberanian, latihan, dan cinta pada proses.
Sejak langkah pertamanya di atas panggung, suasana langsung berubah. Sorot matanya tajam namun lembut, seolah benar-benar menjadi bagian dari kisah yang ia ceritakan. Intonasinya naik turun dengan teratur, lembut saat menggambarkan sang putri, tegas saat menghadirkan konflik, dan dramatis ketika ketegangan memuncak.
Mimik wajahnya begitu hidup. Setiap perubahan emosi terlihat jelas. Tangannya bergerak luwes mengikuti alur cerita. Gesture tubuhnya tidak berlebihan, tetapi cukup untuk membuat penonton larut dalam imajinasi. Ekspresinya memikat, membuat siapa pun yang menyaksikan seakan duduk di dalam kerajaan dongeng yang ia bangun dengan kata-kata.
Queen tidak hanya bercerita. Ia menjelma menjadi cerita itu sendiri.
Perjalanan menuju panggung story telling itu tentu tidak instan. Jauh sebelum hari perlombaan, Queen sudah mempersiapkan dirinya dengan penuh kesungguhan. Di bawah bimbingan Ibu Afrida Azwir, S.Pd., Gr, guru Bahasa Inggris sekaligus pembimbing Wahana English. Latihan demi latihan dijalani dengan disiplin.
Wahana English sendiri merupakan salah satu program unggulan SMP IT Al-Kautsar yang menjadi ruang tumbuh bagi para murid untuk mengasah bakat dan minat dalam bahasa Inggris. Di sinilah murid belajar tidak hanya tentang grammar dan vocabulary, tetapi juga tentang keberanian berbicara, kepercayaan diri, dan seni menyampaikan gagasan.
Tujuan Wahana English sangat sederhana namun bermakna yaitu membentuk generasi yang mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dengan percaya diri, santun, dan berkarakter. Hasilnya pun mulai terlihat. Dari waktu ke waktu, murid SMP IT Al-Kautsar semakin berani tampil di berbagai ajang kompetisi dan Queen adalah salah satu bukti manisnya.
Dalam proses latihannya, Queen tidak hanya menghafal teks. Ia belajar memahami emosi setiap adegan. Bu Afri turut membimbingnya dalam memperhalus pelafalan, mengatur tempo bicara, hingga mengolah ekspresi wajah. Mereka mengulang adegan demi adegan, memperbaiki detail kecil yang mungkin tak terlihat, namun sangat terasa di panggung.
Kadang latihan dilakukan setelah jam pelajaran usai. Kadang harus mengulang bagian yang sama berkali-kali sampai benar-benar pas. Namun Queen menjalaninya dengan semangat. Ia tahu, setiap latihan adalah satu langkah lebih dekat menuju versi terbaik dirinya.
Momen yang paling mendebarkan tentu hadir saat detik-detik pengumuman juara. Suasana aula mendadak hening ketika panitia mulai membacakan nama-nama pemenang. Jantung berdegup lebih cepat, para peserta saling menggenggam harap dalam diam. Hingga akhirnya, nama “Queen Syakira Ariyanti” disebut sebagai Juara 1. Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan, dan senyum haru pun mengembang di wajahnya.
Dengan langkah mantap namun tetap anggun, Queen maju ke depan panggung untuk menerima piala kemenangan, sertifikat penghargaan, serta uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh panitia. Piala itu bukan sekadar simbol juara, melainkan tanda dari perjuangan panjang yang telah ia lalui. Sertifikat menjadi bukti kerja kerasnya, dan uang pembinaan menjadi penyemangat untuk terus melangkah lebih jauh. Sebuah momen yang akan selalu dikenang, bukan hanya oleh Queen, tetapi juga oleh keluarga besar SMP IT Al-Kautsar.
Kebahagiaan atas kemenangan ini pun terasa hangat di lingkungan sekolah.
Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, menyampaikan apresiasinya dengan penuh rasa bangga,
“Queen telah membuktikan bahwa kerja keras dan doa tidak pernah mengkhianati hasil. Ia bukan hanya membawa pulang juara, tetapi juga membawa nama baik sekolah dengan anggun. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk berani bermimpi dan berani berproses.”
Ibu Afrida Azwir, S.Pd., Gr selaku guru pembimbing pun mengungkapkan rasa harunya,
“Melihat Queen tampil di panggung seperti melihat benih kecil yang tumbuh menjadi bunga yang mekar. Ia tekun, mau belajar, dan tidak mudah menyerah. Kemenangan ini adalah miliknya : ia yang berlatih, ia yang berjuang, dan ia yang bersinar.”
Wali kelas IX Asma’, Ibu Raisa Shahilla, S.Pd., Gr, turut menyampaikan kebanggaannya,
“Queen adalah pribadi yang tenang namun penuh potensi. Di kelas ia bersahaja, di panggung ia bercahaya. Semoga langkahnya hari ini menjadi awal dari banyak panggung-panggung hebat lainnya.”
Sementara itu, dengan senyum haru, Queen sendiri berkata,
“Saya tidak menyangka bisa meraih Juara 1. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik. Terima kasih untuk orang tua, guru-guru, dan teman-teman yang selalu mendukung. Setiap latihan mengajarkan saya untuk tidak takut salah dan terus mencoba. Saya belajar bahwa keberanian adalah kunci untuk membuka mimpi.”

Prestasi ini bukan sekadar catatan kemenangan. Ia adalah cerita tentang proses, tentang bimbingan yang tulus, tentang ruang bernama Wahana English yang menjadi tempat bertumbuh, dan tentang seorang murid yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Dan pada akhirnya, seperti kisah Sleeping Beauty yang berakhir bahagia, perjalanan Queen di panggung Cendana Festival Project pun ditutup dengan senyum kemenangan.
Semoga kisah ini menjadi dongeng nyata yang menginspirasi lebih banyak lagi murid SMP IT Al-Kautsar untuk percaya bahwa setiap mimpi, bila diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, akan menemukan jalannya menuju cahaya keberhasilan.
