Pentas Seni SMP IT Al-Kautsar TP. 2025/2026: Menanamkan Nilai Moral melalui Kisah Teladan Para Nabi dan Sahabat

SMP IT Al-Kautsar kembali menggelar Pentas Seni pada 27 Jumadil Awal 1447 H / 18 November 2025 di Aula YPIT Al-Kautsar. Acara tahun ini dikemas dalam bentuk drama musikalisasi dengan mengangkat tema “Menanamkan Nilai Moral melalui Kisah Teladan Para Nabi dan Sahabatnya.” Tema ini dirancang untuk membawa murid belajar nilai akhlak melalui karya seni yang menyentuh dan mudah dipahami.

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Al-Kautsar yang dipimpin oleh Ibu Eva Miswalda, S.Pd. Suasana kekhidmatan terasa sejak awal ketika seluruh peserta berdiri bersama menyanyikan kedua lagu tersebut.

Pembukaan semakin khidmat dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an dan sari tilawah sebagai pengingat bahwa setiap aktivitas pendidikan selalu berlandaskan nilai-nilai Islam.

Setelah pembukaan, rangkaian sambutan dimulai. Ketua panitia, Bapak Defri Febrian Putra, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Pensi bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga wadah pembelajaran karakter. Beliau mengatakan, “Pentas Seni ini bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga sarana bagi ananda untuk belajar meneladani akhlak para nabi dan sahabat melalui seni yang ananda tampilkan.”

Sambutan dilanjutkan oleh Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, yang menekankan pentingnya menghadirkan keteladanan moral lewat pendekatan seni. Beliau menyampaikan, “Melalui drama musikalisasi, nilai moral dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh murid. Ini adalah bagian penting dari pendidikan karakter yang dibangun di SMP IT Al-Kautsar.”

Sesi sambutan ditutup oleh Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Bapak Fadly Mart Gultom, S.Pd., M.Pd., CEIC, yang memberikan apresiasi terhadap kreativitas panitia dan murid. Beliau menambahkan, “Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islami, sekaligus mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri murid.”

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan nasyid yang menambah kesan syahdu dan penuh semangat.

Usai nasyid, hadirin dipimpin dalam doa penutup, memohon keberkahan agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Setelah seluruh rangkaian pembukaan selesai, barulah penampilan drama musikalisasi dimulai.

Dalam kegiatan ini, setiap penampilan dinilai oleh tiga dewan juri, yaitu:

  • Ibu Astri Ningsih, S.Pd., Gr

  • Bapak Andri Antoni, S.Pd.I., Gr

  • Ibu Eva Miswalda, S.Pd

Ketiga juri memberikan penilaian berdasarkan aspek akting, alur cerita, penghayatan, kreativitas musikalisasi, serta kesesuaian dengan nilai moral dari kisah teladan yang dibawakan.

Kelas-kelas menampilkan kisah penuh hikmah yang dirangkai melalui perpaduan seni peran, narasi, dan musik:

  • IX Khadijah : Kisah Asiyah binti Muzahim

  • IX Umar : Kisah Umar bin Khattab

  • IX Hamzah : Kisah Nabi Daud

  • VIII Aminah : Kisah Nabi Sulaiman

  • VII Usman : Kisah Nabi Yusuf

  • VII Zainab : Kisah Asma’ binti Abu Bakar

  • VIII Ali : Kisah Sa’ad bin Waqqash

  • VIII Fatimah : Kisah Nabi Musa

  • IX Zubair : Kisah sahabat Nuaiman

  • IX Asma : Kisah Sumayyah binti Khayyat

  • VIII Ja’far : Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom

  • VII Aisyah : Kisah Hindun binti Utbah

  • VII Abu Bakar : Kisah Bilal bin Rabbah

Setiap cerita disajikan dengan kreativitas tinggi, menghadirkan pesan tentang keimanan, keberanian, keteguhan, kejujuran, hingga pengorbanan. Melalui drama musikalisasi, para murid belajar bahwa keteladanan para nabi dan sahabat bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Pentas Seni tahun ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan edukatif yang efektif menggabungkan kreativitas, nilai moral, dan jiwa Islami dalam satu wadah pembelajaran yang menyenangkan.