
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kompetensi guru, YPIT Al-Kautsar dan Al-Fatih kembali menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik pada Jum’at, 30 Jumadil Awal 1447 H / 21 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula YPIT Al-Kautsar ini dimulai tepat pada pukul 13.15 WIB dan diikuti oleh seluruh guru dari TK IT Al-Kautsar, SD IT Al-Kautsar, SMP IT Al-Kautsar, SMA IT Al-Kautsar, serta SD IT Al-Fatih.
Acara pembinaan guru kali ini menghadirkan narasumber utama yaitu Bapak Yuli Herman, M.Pd, seorang pendidik berpengalaman yang juga merupakan Asesor BAN-PDM. Dengan keahlian dan wawasannya yang luas di bidang akreditasi dan pengembangan pembelajaran, beliau menyampaikan materi bertema:
“Memadukan Pendekatan Terpadu dan Deep Learning”
Dalam pemaparannya, Bapak Yuli Herman menekankan bahwa pendekatan TERPADU yang terstruktur dipadukan dengan konsep deep learning untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, dan relevan bagi murid.

Beliau juga memberikan contoh implementasi nyata di kelas, serta cara meningkatkan keterlibatan murid melalui aktivitas eksploratif dan reflektif.
Dalam sesi pemaparan, Bapak Yuli Herman menyampaikan beberapa konsep diantaranya:
1. Konsep Pembelajaran Terpadu JSIT
Beliau menjelaskan tujuh langkah pembelajaran terpadu khas JSIT, yaitu:
-
Telaah: Guru dan murid menelaah permasalahan atau fenomena secara kritis.
-
Eksplorasi: Murid melakukan pencarian informasi, percobaan, atau pengamatan.
-
Rumuskan: Murid menyusun kesimpulan sementara berdasarkan temuan.
-
Presentasikan: Murid menyampaikan hasil pemikiran dan temuannya kepada kelas.
-
Aplikasikan: Murid menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.
-
Duniawi: Pengetahuan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan zaman.
-
Ukhrowi: Pengetahuan dihubungkan dengan nilai-nilai iman, akhlak, dan tujuan akhirat.
Beliau menekankan bahwa pembelajaran terpadu JSIT tidak hanya menggabungkan mata pelajaran, tetapi mengintegrasikan aspek kognitif, sosial, dan spiritual dalam satu rangkaian belajar yang utuh.
2. Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Selanjutnya, Bapak Yuli Herman, M.Pd menjelaskan konsep pembelajaran mendalam yang mencakup tiga aspek:
-
Berkesadaran: Murid dan guru sadar akan tujuan belajar, proses yang ditempuh, dan makna dari setiap aktivitas.
-
Bermakna: Pembelajaran harus relevan, terkait dengan pengalaman nyata murid, dan memicu pemahaman tingkat tinggi.
-
Menggembirakan: Suasana belajar harus menyenangkan, mendorong kreativitas, dan membuat murid merasa aman untuk bereksplorasi
Dalam penjelasannya, Bapak Yuli Herman, M.Pd menegaskan bahwa kedua pendekatan ini bukan hal yang berdiri sendiri. Pendekatan terpadu JSIT dan Deep Learning justru saling menguatkan.
Dengan integrasi ini, pembelajaran di kelas diharapkan tidak lagi sekadar berpusat pada guru, tetapi berorientasi pada aktivitas, kreativitas, dan pendalaman makna oleh murid.
Kepala SMP IT Al-Kautsar Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M turut memberikan motivasi kepada para guru. Beliau menyampaikan:
Pembinaan seperti ini bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan bagian dari perjalanan kita untuk terus tumbuh menjadi pendidik yang lebih profesional dan berpengaruh. Tugas kita bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membentuk generasi berkarakter, beriman, dan berprestasi. Untuk itu, mari kita tetap semangat menimba ilmu, memperbaharui pola pikir, dan meningkatkan kompetensi. Karena ketika kita bertumbuh, maka murid-murid kita pun akan tumbuh bersama kita. InsyaAllah SMP IT Al-Kautsar akan semakin maju apabila para gurunya terus belajar dan berkolaborasi dalam membawa perubahan.”
Dengan arahan tersebut, para guru SMP IT Al-Kautsar semakin termotivasi untuk mengimplementasikan hasil pembinaan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sangat hangat dan penuh antusiasme.
Guru-guru dari berbagai jenjang mengajukan pertanyaan mulai dari teknis implementasi pembelajaran terpadu, cara mengukur kedalaman belajar murid, hingga strategi menghadirkan pembelajaran menggembirakan di kelas.
Bapak Yuli Herman menjawab setiap pertanyaan dengan jelas, aplikatif, dan disertai contoh-contoh konkret yang mudah diterapkan. Suasana dialog berlangsung terbuka sehingga banyak guru merasa mendapatkan perspektif baru yang dapat langsung diadaptasi dalam pembelajaran sehari-hari.
Kegiatan pembinaan ditutup dengan doa bersama dan tekad untuk mengaplikasikan materi secara nyata di kelas. Melalui program peningkatan kompetensi ini, YPIT Al-Kautsar dan Al-Fatih berharap dapat terus melahirkan pendidik unggul yang siap menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkarakter Islami.
