
SMP IT Al-Kautsar terus meneguhkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga berkarakter kuat dan cinta budaya bangsa.
Melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tahun pelajaran 2024/2025, peserta didik kelas VII mengusung tema Kearifan Lokal dengan mengangkat budaya Melayu Riau sebagai fokus utama.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk menggali dan mengapresiasi nilai-nilai budaya daerah dengan cara membuat karya budaya berupa tanjak dan selendang Melayu Riau.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok, terdiri dari 4–5 orang peserta didik dalam satu kelompok, guna melatih keterampilan sosial, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama.
Kreasi tanjak dibuat oleh peserta didik kelompok putra (Arrijal), sementara selendang dibuat oleh kelompok putri (Annisa). Proses pembuatan dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme.
Para peserta didik menunjukkan sikap mandiri, mulai dari mencari referensi desain, menyiapkan bahan, hingga menyelesaikan produk akhir secara aktif.

Mereka juga menerapkan nilai gotong royong, saling membantu dalam satu kelompok dan berbagi tugas dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, ide-ide kreatif mereka tampak jelas dalam sentuhan akhir masing-masing karya.


Tanjak Melayu Riau merupakan ikat kepala tradisional yang sarat makna filosofis, melambangkan kehormatan, kebijaksanaan, dan kepemimpinan dalam adat Melayu. Lipatannya yang khas menunjukkan bahwa orang Melayu memiliki prinsip yang kuat, penuh harga diri, dan tidak mudah menyerah.
Sementara itu, selendang Melayu Riau bukan hanya sekadar pelengkap busana, tetapi juga simbol kelembutan, keanggunan, dan nilai kesopanan dalam budaya Melayu. Selendang kerap digunakan dalam acara adat, tari tradisional, hingga perayaan budaya sebagai penanda identitas perempuan Melayu.
Selama proses berlangsung, peserta didik didampingi oleh para guru fasilitator P5 kelas VII:
Ibu Nur Fadilatul Hasanah, S.Pd., Ibu Ginanti Safitri, S.Pd., Ibu Mechi Erniza, S.H., Ibu Dita Puspita Sari, S.Pd., dan Ibu Cynthia Maristanty, S.Pd.

Para guru fasilitator memberikan bimbingan mulai dari pengenalan makna simbolik budaya Melayu, pemilihan bahan, hingga teknik melipat dan menghias tanjak serta menjahit selendang.
Koordinator P5 kelas VII, Ibu Willa Octania, S.Pd., Gr., memberikan dukungan penuh dan menyampaikan harapannya:
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya lokal. Bukan hanya mengenal, tetapi mereka juga diajak untuk ikut melestarikan budaya melalui karya nyata. Kami percaya bahwa pelestarian budaya dimulai dari generasi muda yang sadar akan identitas bangsanya.”
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, dalam arahannya, beliau menyampaikan:
“Kegiatan P5 dengan tema Kearifan Lokal ini merupakan sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada peserta didik. Membuat tanjak dan selendang bukan hanya tentang keterampilan tangan, tetapi juga proses pembentukan karakter, dimana peserta didik belajar untuk mandiri, bekerja sama, dan berkreasi. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk membentuk pribadi pelajar yang berakar pada budaya, sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan.”
Lebih lanjut, beliau menambahkan:
“Ibu dan seluruh dewan guru bangga melihat semangat ananda dalam menggali kekayaan budaya lokal. Ananda bukan hanya membuat karya, tetapi menyerap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Inilah wujud nyata dari Profil Pelajar Pancasila yang ditanamkan. Ibu berharap semangat ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan ananda sehari-hari.” Imbuh Ibu Meli.
Peserta didik Annisa terlihat begitu antusias dalam menyelesaikan proyek selendang. Mereka terlihat serius dan penuh semangat dalam menjahit menghias hasil karya mereka.


Salah satu momen menarik terlihat saat para peserta didik annisa saling bergantian menjahit selendang dengan telaten dan penuh semangat menyelesaikan jahitan selendang yang mereka desain sendiri. Keceriaan terpancar dari wajah-wajah mereka saat melihat hasil akhir yang memuaskan.



Sementara itu, kelompok Arrijal juga tidak kalah bersemangat. Dalam proses pembuatan tanjak, mereka tampak fokus dan tekun mempelajari teknik pelipatan kain songket khas Melayu.


Mereka saling berdiskusi, mencoba berbagai model lipatan, dan dengan bangga menyempurnakan bentuk tanjak hingga menyerupai yang dikenakan dalam budaya asli.


Semangat kebersamaan dan keinginan kuat untuk menghasilkan karya terbaik tampak jelas dalam kekompakan dan kerja sama yang mereka bangun. Bagi mereka, membuat tanjak bukan hanya tugas, tetapi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Hasil karya tanjak dan selendang yang telah selesai dipamerkan pada kegiatan Pekan Raya P5 kelas VII dan akan digunakan ketika ada kegiatan internal sekolah sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan dedikasi peserta didik.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari penerapan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya mandiri, bergotong royong, dan kreatif.

Melalui kegiatan ini, SMP IT Al-Kautsar berharap peserta didik dapat menjadi generasi yang bangga terhadap budayanya, sekaligus mampu menunjukkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari, karena mencintai budaya adalah bagian dari mencintai bangsa.
