Mewujudkan Asesmen Berkualitas: Guru SMP IT Al-Kautsar Tingkatkan Kompetensi Penyusunan Soal Berbasis TKA

Pada tanggal 02 Desember 2025, seluruh guru SMP IT Al-Kautsar mengikuti kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru tentang Penyusunan Soal Berbasis TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang diselenggarakan di Ruang Meeting SMP IT Al-Kautsar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru mengenai konsep penyusunan soal yang sesuai standar evaluasi serta meningkatkan kualitas asesmen akademik di lingkungan sekolah.

Acara workshop dimulai dengan pembukaan oleh MC, Ibu Silvia Rahmadayanti, S.Pd., Gr, yang memandu kegiatan dengan hangat dan tertib. Selanjutnya, suasana kegiatan menjadi lebih khidmat dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Bapak Irham, S.Ag.

Setelah itu, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al-Kautsar yang dipimpin langsung oleh Ibu Willa Octania, S.Pd., Gr.

Sesi berikutnya adalah sambutan dari Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru harus terus semangat belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperkaya diri dengan ilmu baru sebagai bagian dari profesionalisme serta bentuk ibadah kepada Allah SWT. Beliau juga menyampaikan bahwa kemampuan menyusun soal berbasis TKA sangat penting dalam memastikan kualitas asesmen yang objektif dan bermutu tinggi. Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan workshop sehingga dapat terlaksana dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus materi pengantar dari Wakil Direktur Pendidikan Al-Kautsar, Bapak Fadly Mart Gultom, S.Pd.I., M.Pd, CEIC. Dalam penjelasannya, beliau memaparkan secara komprehensif konsep evaluasi pembelajaran, yang mencakup tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi. Beliau menyampaikan:

“Evaluasi pembelajaran mencakup beberapa komponen penting. Tes digunakan oleh orang-orang psikolog untuk menyelidiki seseorang menggunakan tugas-tugas berupa soal, suatu aktivitas dalam rangka mendapatkan data tentang orang tersebut. Tes dimasukkan ke dalam evaluasi pembelajaran, alat untuk mengukur kemampuan akademik dari anak-anak dan dihasilkan angka berupa data kuantitatif. Tes berupa kegiatan untuk mengukur. Pengukuran isinya tes, alat yang digunakan namanya tes. Maka TKA masuk ke dalam pengukuran. Proses mengambil data yang bersifat kuantitatif, tujuannya untuk mengukur capaian akademik anak-anak tentang mata pelajaran tertentu yaitu mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Setelah pengukuran ada penilaian, dalam bahasa Inggris namanya asesmen. Penilaian adalah proses menginterpretasikan hasil pengukuran.  Evaluasi adalah proses pengambilan keputusan berdasarkan hasil penilaian untuk melihat mutu. TKA untuk mengukur, masuk ke pengukuran. TKA menjadi tolak ukur dalam pemerataan mutu. 

Pemaparan tersebut memberikan gambaran yang jelas kepada seluruh guru bahwa penyusunan soal berbasis TKA bukan hanya sekadar membuat soal dengan tingkat kognitif tertentu, tetapi merupakan bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terukur.

Setelah sambutan dan materi pengantar, kegiatan inti pun dimulai dengan pemaparan materi oleh narasumber utama, Bapak Marwan, M.Pd. Beliau menyampaikan konsep-konsep dasar penyusunan soal berbasis TKA, mulai dari pentingnya kesesuaian indikator, pemilihan stimulus yang kontekstual, penentuan level kognitif, hingga penulisan opsi jawaban yang efektif dan bebas dari bias. Narasumber juga memberikan contoh-contoh nyata dari soal TKA yang baik serta membandingkannya dengan soal konvensional agar guru lebih memahami perbedaannya. Berikut materi yang disampaikan oleh narasumber:

TKA Melengkapi Sistem Penilaian yang ada

  • Tidak menggantikan penilaian oleh satuan pendidikan
  • Kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan
  • TKA untuk murid yang memerlukan informasi capaian akademik dari penilaian terstandar/eksternal
  • Mengukur capaian akademik pada beberapa mata pelajaran tertentu. Tidak semua kompetensi diukur

Pelaksanaan TKA SMP/MTs

Materi Uji: Bahasa Indonesia dan Matematika

Komposisi Soal : Sebagian soal pusat dan sebagian soal daerah pemda kab/kota dengan koordinasi pemda provinsi

Moda : berbasis komputer

Estimasi waktu pelaksanaan : Maret-April 2026

Pemanfaatan Hasil TKA

  • TKA tidak mengganti instrumen/kriteria Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasionl Berdasarkan Tes (SNBT)
  • Pada SNBP, TKA akan digunakan sebagai validator nilai rapor, akan diumumkan oleh MRPTNI saat publikasi SNBP
  • TKA sebagai validator rapor diharapkan mendorong penilaian satuan pendidikan yang lebih objektif
  • Hasil TKA diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat objektivitas proses seleksi

Bentuk Soal TKA SMP

  • Pilihan Ganda

Jumlah Opsi : 4 Opsi Jawaban

  • Pilihan Ganda Kompleks MCMA

Jumlah Opsi : 4 Pernyataan

  • Pilihan Ganda Kompleks Kategori (Benar-Salah, Sesuai-Tidak Sesuai)

Jumlah Opsi : 3 Pernyataan

Jenis Soal

  1. Soal tunggal : ketika stimulus hanya diikuti oleh satu butir soal, maka soal tersebut yang disebut sebagai soal tunggal
  2. Soal grub : satu stimulus untuk beberapa soal

Aspek yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Materi pada Saat Penyusunan Kisi-Kisi

  • Urgensi : materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai peserta
  • Kontinuitas : merupakan materi lanjutan atau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernah dipelajari dalam jenjang yang sama maupun antar jenjang
  • Relevansi : materi yang dipilih sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain
  • Keterpakaian : materi memiliki daya terap dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari

Proses Penjabaran Kompetensi pada Kerangka Asesmen Menjadi Indikator

  1. Kompetensi : kemampuan minimal yang harus dikuasai murid, bisa diambil dari kerangka asesmen
  2. Materi/Konten : berdasarkan Sub Kompetensi yang akan diukur
  3. Indikator : Rumusan yang berisi ciri-ciri perilaku yaang dapat diukur sebagai petunjuk ketercapaian kompetensi

Kaidah Penyusunan Stimulus Soal Grup

  • Stimulus kaya informasi yang dapat dikembangkan menjadi beberapa soal terkait kompetensi yang akan diukur
  • Topik dan kompleksitas stimulus harus disesuaikan dengan level target sasaran peserta tes (termasuk usia dan jenjang pendidikan).
  • Topik stimulus tidak berkaitan dengan hal-hal yang menyinggung SARAPPPK, yaitu:
  1. SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)
  2. Provokatif
  3. Seksualitas dan pornografi
  4. Promosi atau propaganda (produk, paham/aliran, tokoh, dan sebagainya)
  5. Kekerasan
  • Stimulus harus bebas dari unsur pelanggaran hak cipta (copyright) maupun plagiarisme.

Kriteria Stimulus

  • Kebaruan
  • Relevan
  • Edukatif
  • Inspiratif
  • Menarik

Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator
  2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis
  3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar

Konstruksi

  1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
  3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
  5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
  6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”
  7. Pilihan jawaban berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas, berfungsi dan memberikan gambaran informasi
  9. Jika dari satu stimulus akan dibuat soal lebih dari satu, maka butir soal berikutnya jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
  10. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia
  11. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional
  12. Setiap pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian

Kaidah penulisan PGK MCMA

  1. Soal sesuai dengan indikator
  2. Pilihan jawaban yang benar harus lebih dari satu, namun tidak semua pilihan jawaban benar
  3. Rumusan pokok soal harus jelas termasuk kalimat petunjuk cara mengerjakan soal
  4. Antar tiap pilihan jawaban tidak terlihat jelas saling kontradiksi atau saling meniadakan

Kaidah Penulisan PGK Kategori

  1. Soal sesuai indikator
  2. Rumusan pokok soal harus jelas termasuk kalimat petunjuk cara mengerjakan soal
  3. Antar tiap pilihan jawaban tidak terlihat jelas saling kontradiksi atau saling meniadakan
  4. Setiap pernyataan berkaitan dengan satu pokok soal yang sama, bukan merupakan soal yang berdiri sendiri

Dalam sesi praktik, Bapak Marwan menugaskan seluruh guru untuk membuat tiga jenis soal berbasis TKA, yaitu:

  1. Soal pilihan ganda biasa,

  2. Soal pilihan ganda kompleks (MCMA),

  3. Soal kategori benar-salah.

Guru kemudian menyusun soal sesuai mata pelajaran masing-masing dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setelah soal selesai dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil karya, di mana setiap guru memaparkan soal yang telah disusun.

Narasumber memberikan apresiasi atas kreativitas guru sekaligus memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan soal agar sesuai standar TKA.

Workshop ini berlangsung penuh antusiasme, menunjukkan komitmen seluruh guru SMP IT Al-Kautsar untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran. Melalui workshop ini, diharapkan guru semakin mampu merancang asesmen yang lebih bermakna, objektif, dan bermanfaat dalam memetakan kemampuan akademik murid, sehingga mutu pendidikan di SMP IT Al-Kautsar terus meningkat dan semakin unggul.