Melestarikan Budaya Melayu Riau Melalui Permainan Tradisional Cakbur dalam Kegiatan Kokurikuler SMP IT Al-Kautsar

Dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap budaya lokal, SMP IT Al-Kautsar melaksanakan kegiatan kokurikuler dengan mengangkat permainan tradisional Cakbur. Kegiatan ini dilaksanakan di area lapangan sekolah dan diikuti dengan penuh antusias oleh murid.

Cakbur merupakan permainan tradisional masyarakat Melayu yang telah dikenal sejak lama, khususnya di wilayah Riau dan sekitarnya. Permainan ini dimainkan secara berkelompok dan mengandalkan kelincahan, kecepatan, serta ketepatan strategi. Secara umum, Cakbur memiliki konsep permainan menjaga dan menerobos area lawan. Kelompok penjaga bertugas menghalangi pergerakan lawan, sementara kelompok penyerang berusaha melewati penjaga tanpa tersentuh untuk mencapai area tujuan.

Selain melatih fisik, permainan Cakbur juga mengandung nilai edukatif yang tinggi. Murid dituntut untuk mampu bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dengan baik, serta mengambil keputusan secara cepat. Permainan ini juga mengajarkan sikap sportif, kejujuran, dan tanggung jawab, karena setiap pemain harus mematuhi aturan permainan yang telah disepakati bersama.

Dalam pelaksanaan kokurikuler, murid dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka tampak bersemangat ketika bergantian menjalankan peran sebagai penjaga dan penyerang. Teriakan penyemangat dan tawa murid terdengar ketika permainan berlangsung, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kebersamaan. Murid tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga belajar mengatur strategi agar timnya dapat memenangkan permainan.

Melalui permainan Cakbur, murid tidak hanya bergerak aktif secara fisik, tetapi juga belajar menyusun strategi, berkomunikasi dengan teman satu tim, serta menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap sportif. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan kokurikuler di SMP IT Al-Kautsar, yaitu membentuk karakter murid yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid untuk mengenal kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan di era modern. Dengan menghadirkan Cakbur dalam kegiatan kokurikuler, sekolah berupaya melestarikan budaya Melayu sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi murid.

Koordinator kokurikuler kelas VII, Ibu Willa Octania, S.Pd., Gr, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui permainan Cakbur, kami ingin murid mengenal dan mencintai permainan tradisional sekaligus belajar tentang kerja sama, disiplin, dan sportivitas. Murid terlihat sangat antusias dan menikmati setiap proses permainan,” ungkap beliau.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, menegaskan pentingnya kegiatan kokurikuler berbasis budaya.
Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya melatih fisik murid, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya Melayu. Kami berharap murid SMP IT Al-Kautsar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta menghargai warisan budaya daerah,” tutur beliau.

Melalui kegiatan kokurikuler permainan Cakbur ini, SMP IT Al-Kautsar terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal, sehingga murid dapat berkembang secara utuh baik dari sisi akademik maupun karakter.