
SMP IT Al-Kautsar terus berkomitmen membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama, kepedulian sosial, dan kesiapan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Jalasah Ruhiyah (JR), salah satu program pembinaan keislaman yang dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan JR kali ini, murid kelas IX mendapatkan materi tentang tata cara memandikan jenazah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk memperdalam pemahaman mengenai salah satu bentuk pengurusan jenazah dalam Islam sekaligus mempraktikkan tahapan pelaksanaannya secara langsung.
Materi disampaikan oleh Bapak Andri Antoni, S.Pd.I, Gr. Kegiatan berlangsung dengan suasana pembelajaran yang interaktif, menggabungkan penjelasan materi dengan praktik agar murid memperoleh pemahaman yang lebih utuh.
Jalasah Ruhiyah atau JR merupakan salah satu program SMP IT Al-Kautsar yang berfokus pada pembinaan ruhiyah dan penguatan nilai-nilai keislaman murid. Melalui kegiatan ini, murid diarahkan untuk meningkatkan pemahaman agama, memperbaiki kualitas ibadah, serta menumbuhkan akhlak dan kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Islam.
JR tidak hanya menjadi ruang untuk mempelajari teori keagamaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengamalan. Beragam materi keislaman dapat dikemas melalui penyampaian materi, diskusi, refleksi, hingga praktik langsung sesuai dengan kebutuhan dan jenjang murid.
Bagi murid kelas IX, pembelajaran mengenai pengurusan jenazah menjadi bekal penting agar mereka memahami kewajiban seorang muslim terhadap sesama muslim yang telah meninggal dunia.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Andri Antoni, S.Pd., Gr. Murid diperkenalkan pada kedudukan memandikan jenazah dalam Islam, tujuan pelaksanaannya, serta pentingnya menjaga kehormatan dan memperlakukan jenazah dengan penuh penghormatan.

Dalam penjelasannya, murid mempelajari bahwa memandikan jenazah muslim termasuk bagian dari pengurusan jenazah yang hukumnya fardu kifayah, yakni kewajiban bersama umat Islam yang gugur apabila telah dilaksanakan oleh sebagian orang yang memenuhi ketentuan.
Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai persiapan sebelum memandikan jenazah, perlengkapan yang diperlukan, serta urutan pelaksanaan sesuai tuntunan syariat. Murid juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga kebersihan, menutup aurat jenazah, menjaga privasi, dan memperlakukan jenazah secara lembut serta penuh tanggung jawab.
Penyampaian materi ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman bahwa pengurusan jenazah bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim yang harus dilakukan dengan memperhatikan adab dan ketentuan agama.
Setelah mendapatkan penjelasan materi, murid mengikuti sesi praktik tata cara memandikan jenazah menggunakan alat peraga. Dalam sesi ini, murid duduk bersama mengikuti arahan pemateri, mengamati tahapan yang diperagakan, serta mempelajari cara melakukan setiap langkah dengan benar.

Melalui praktik tersebut, murid diperkenalkan pada tahapan persiapan, penanganan jenazah secara hati-hati, pembersihan sesuai urutan yang diajarkan, serta pentingnya menjaga kehormatan jenazah selama proses berlangsung. Pemateri memberikan arahan agar murid tidak hanya menghafal urutan, tetapi juga memahami adab dan tanggung jawab yang menyertai setiap tahapan pengurusan jenazah.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan keterlibatan murid secara langsung. Mereka berkesempatan mengamati peragaan dan memahami materi melalui pengalaman praktik, sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
Melalui pendekatan teori dan praktik ini, murid diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai tata cara memandikan jenazah serta tumbuh kesadaran untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat ketika kelak dibutuhkan.
Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M., menegaskan pentingnya program Jalasah Ruhiyah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan pemahaman keislaman murid.
“Program Jalasah Ruhiyah merupakan salah satu ikhtiar sekolah untuk membekali murid dengan pemahaman agama yang tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi tata cara memandikan jenazah ini, kami berharap murid memahami bahwa mengurus jenazah merupakan bagian dari kewajiban umat Islam sekaligus wujud kepedulian dan penghormatan terhadap sesama,” tutur beliau.
Beliau juga berharap kegiatan JR dapat terus menjadi sarana pembinaan yang menumbuhkan keimanan, memperkuat akhlak, serta membentuk murid yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Kami ingin murid SMP IT Al-Kautsar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan untuk menjalankan peran mereka di tengah masyarakat. Semoga ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat dan membawa keberkahan,” tambahnya.
Pelaksanaan Jalasah Ruhiyah kelas IX dengan materi tata cara memandikan jenazah menjadi salah satu bentuk pembelajaran bermakna di SMP IT Al-Kautsar. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang ketentuan pengurusan jenazah dalam Islam, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab, kepedulian, kebersihan, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Melalui program JR, SMP IT Al-Kautsar terus berupaya menghadirkan pendidikan yang menyelaraskan ilmu pengetahuan, penguatan ruhiyah, dan pembentukan karakter Islami.
Diharapkan, pembelajaran ini dapat menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi muslim yang memahami ajaran agamanya, mampu mengamalkannya dengan baik, serta siap memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
