Inspirasi dari SMP IT Al-Kautsar: Tiga Cerpen Al-Kautsar Tembus Antologi JSIT dalam Rangka MUNAS VI JSIT 2025

SMP IT Al-Kautsar kembali mengukir prestasi gemilang di dunia literasi. Dua siswi berbakat, Apta Naia Naisya Tanjung dari kelas VIII Aminah dan Adzkia Hani dari kelas IX Asma bersama Ibu Chindy Nurfadillah, S.Pd. guru Bahasa Indonesia sekaligus penanggung jawab Gerakan Literasi Sekolah berhasil terpilih cerpen yang dibuat dalam Workshop Kepenulisan Siswa dalam rangka Musyawarah Nasional (MUNAS) VI JSIT Indonesia 2025.

Kegiatan workshop ini mengusung tema “Pelajar Berkarya, Indonesia Bercahaya!” dan menghadirkan narasumber nasional S. Gegge Mappangewa, Ketua Umum Forum Lingkar Pena, penulis lebih dari 40 buku dan 100 cerpen di media nasional, serta peraih berbagai penghargaan bergengsi.

Workshop dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dalam dua sesi utama:

  • Workshop 1: Ahad, 25 Mei 2025 (materi kepenulisan dan ideasi)
  • Workshop 2: Ahad, 8 Juni 2025 (pendampingan menulis cerpen)

Setelah mengikuti workshop, peserta berkesempatan mengikuti lomba menulis cerpen. Karya terbaik dipilih untuk dibukukan dalam antologi resmi JSIT Indonesia.

Cerpen karya peserta didik terpilih dibukukan dalam Antologi Kisah Pelajar JSIT Indonesia: Bangku Kayu Pemayung Cahaya, sedangkan cerpen karya guru terpilih dibukukan dalam Antologi Kisah Guru JSIT Indonesia: Selarik Kisah di Tanah Cahaya.

Cerpen Inspiratif dari Al-Kautsar

  • Apta Naia Naisya Tanjung menulis cerpen berjudul Perjalanan Menuju Wisuda Tahfidz, yang mengisahkan perjuangan seorang siswi menaklukkan hafalan Al-Qur’an dengan penuh tekad meski diwarnai rasa takut, cemas, dan rintangan. Pesan moralnya: kemampuan menghafal bukan diukur dari kecerdasan, melainkan dari niat dan usaha yang tak kenal menyerah.
  • Adzkia Hani menghadirkan cerpen berjudul Ibu, Kue, dan Ulang Tahunku, kisah reflektif yang menggugah tentang hubungan anak dan ibu, serta kesadaran akan pentingnya kasih sayang keluarga.
  • Ibu Chindy Nurfadillah, S.Pd. menulis cerpen berjudul Sejuta Ketakjuban Sejuta Kejutan, sebuah cerita personal tentang pengalaman mengajar di SMP IT Al-Kautsar, kekaguman terhadap budaya sekolah, dan interaksi hangat dengan siswa dan rekan sejawat.

Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M., menyampaikan kebanggaannya:

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya literasi di SMP IT Al-Kautsar tumbuh subur. Pihak sekolah sangat bangga pada anak kami Apta dan Adzkia, dan Ibu Chindy yang telah membawa nama baik sekolah di kancah nasional khsusunya di JSIT. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya. Prestasi Apta, Adzkia, dan Ibu Chindy juga menjadi bukti bahwa semangat berkarya tidak mengenal batas usia. Dari ruang kelas SMP IT Al-Kautsar, mereka menebarkan inspirasi hingga panggung literasi nasional. Dengan tekad, kreativitas, dan dukungan sekolah, langkah mereka menggemakan pesan bahwa setiap tulisan adalah cahaya yang menerangi Indonesia. Pelajar Berkarya, Indonesia Bercahaya!

Ibu Chindy Nurfadillah, S.Pd. mengatakan: “Menulis adalah cara saya berbagi pengalaman dan rasa syukur. Terpilihnya karya ini menjadi motivasi untuk terus menulis, membimbing siswa sekaligus menumbuhkan minat literasi di kalangan peserta didik.”

Apta Naia Naisya Tanjung mengungkapkan: “Alhamdulillah, Saya sangat senang karya saya bisa terpilih. Semoga cerita ini memotivasi teman-teman untuk terus berjuang meraih impian, apa pun rintangannya.”

Adzkia Hani menambahkan: “Cerpen ini saya tulis dari pengalaman pribadi yang membuat saya banyak belajar. Harapannya, pembaca bisa lebih menghargai keluarga dan momen-momen kecil yang berharga.”

Dengan semangat “Pelajar Berkarya, Indonesia Bercahaya!”, SMP IT Al-Kautsar berkomitmen terus melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan kreatif, yang karya-karyanya akan menjadi cahaya bagi bangsa.