
Aula SMP IT Al-Kautsar dipenuhi semangat, keceriaan, dan antusiasme pada Sabtu, 31 Oktober 2026 atau bertepatan dengan 20 Jumadil Awal 1448 H. Pada hari tersebut, SMP IT Al-Kautsar menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni Kelas VII Tahun 2026 dengan mengusung tema “Nusantara dalam Harmoni: Berbeda Budaya, Satu Cerita, Satu Indonesia.”

Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan bakat dan minat, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri melalui beragam pertunjukan seni. Lebih dari sekadar menampilkan kemampuan di atas panggung, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia yang beragam.

Kegiatan ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran wali murid kelas VII yang secara khusus diundang oleh pihak sekolah untuk menyaksikan secara langsung berbagai penampilan seni putra-putri mereka. Kehadiran orang tua memberikan dukungan moral sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar, kreativitas, dan keberanian murid dalam menunjukkan potensi terbaiknya di atas panggung.



Melalui penampilan vocal group, medley tari Nusantara, berbalas pantun, kolaborasi puisi dan lagu, serta drama musikal, murid diajak untuk memahami bahwa keberagaman budaya bukanlah alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan yang menyatukan bangsa Indonesia.

Suasana aula semakin semarak dengan antusiasme para orang tua yang menyaksikan setiap penampilan. Momen ini juga menjadi ruang kebersamaan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang murid, baik dari aspek akademik maupun pengembangan bakat, minat, dan karakter.
Pembukaan: Mengawali Panggung Kreativitas dengan Semangat Kebersamaan
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh dua pembawa acara, yaitu Ananda Azizah Jannatul Hari dan Raisa Khairani Estiningtyas. Dengan penuh percaya diri dan pembawaan yang komunikatif, keduanya menyapa seluruh hadirin sekaligus memperkenalkan rangkaian kegiatan Pentas Seni Kelas VII Tahun 2026.

Dalam pengantarnya, MC menyampaikan gambaran mengenai tema kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Setiap penampilan diharapkan dapat menjadi cerita tentang keindahan perbedaan, kekayaan tradisi, serta semangat persatuan yang senantiasa terjaga dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ananda Hanifatul Fadhila. Dengan penuh penghayatan, tilawah tersebut menghadirkan suasana khidmat sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas hendaknya senantiasa diawali dengan memohon keberkahan dan ridha Allah Swt.

Menumbuhkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Almamater
Rangkaian acara berikutnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Al-Kautsar. Seluruh hadirin diminta berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara sekaligus ungkapan kecintaan terhadap almamater.

Dipandu oleh Ibu Eva Miswalda, S.Pd., seluruh hadirin mengikuti kedua lagu tersebut dengan penuh semangat. Kumandang Indonesia Raya menggambarkan semangat persatuan dan nasionalisme, sementara Mars Al-Kautsar menjadi pengingat akan nilai-nilai dan semangat perjuangan yang menjadi identitas keluarga besar Al-Kautsar.

Sambutan Ketua Pelaksana: Mengapresiasi Proses dan Keberanian Murid Berkarya
Memasuki acara sambutan, Ibu Ginanti Safitri, S.Pd., Gr., selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan Pentas Seni Kelas VII Tahun 2026.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan pentas seni ini bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh juara, melainkan tentang proses panjang yang telah dilalui murid dalam mempersiapkan setiap penampilan. Mulai dari menentukan konsep, menyusun ide, berlatih, membagi tugas, hingga membangun kekompakan kelompok, seluruh proses tersebut merupakan bagian penting dari pembelajaran.

Beliau juga mengajak seluruh murid untuk berani menunjukkan potensi terbaiknya, menghargai setiap perbedaan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama.
Apresiasi turut disampaikan kepada para guru, wali kelas, dan seluruh pihak yang telah memberikan pendampingan serta dukungan kepada murid. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan pembelajaran bermakna bagi seluruh murid kelas VII.
Sambutan Kepala Sekolah: Membangun Karakter melalui Kreativitas dan Budaya
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pentas Seni Kelas VII sebagai wadah pengembangan potensi, kreativitas, dan karakter murid.
Beliau menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas melalui kegiatan pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuan diri.

Melalui pentas seni, murid belajar tentang keberanian tampil di hadapan banyak orang, kedisiplinan dalam berlatih, tanggung jawab terhadap tugas, serta pentingnya menghargai kemampuan dan kontribusi setiap anggota kelompok.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dibanggakan. Murid diharapkan tidak hanya mengenal budaya daerahnya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengenal dan melestarikan budaya dari berbagai wilayah Nusantara.
Sambutan Pengurus Komite: Dukungan dan Sinergi dalam Pendidikan
Selanjutnya, Ibu Mira Fuziyamah, A.Md., selaku perwakilan Pengurus Komite, menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa kegiatan pentas seni merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan ruang bagi murid untuk menggali potensi dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Setiap anak mempunyai kemampuan dan keunikan masing-masing yang perlu mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Beliau juga mengapresiasi kerja keras para guru dan panitia dalam mendampingi murid mempersiapkan kegiatan. Dukungan dan kerja sama antara pihak sekolah, orang tua, dan komite diharapkan terus terjalin agar setiap program pendidikan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan murid.
Sambutan Wadir Pendidikan: Menguatkan Nilai Pendidikan melalui Seni dan Budaya
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Direktur Pendidikan Al-Kautsar, Bapak Fadly Mart Gultom, S.Pd.I., Gr., M.Pd., CIEC., CCP.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan pentas seni merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, keterampilan, karakter, dan nilai-nilai kebersamaan. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar menghasilkan sebuah pertunjukan, tetapi juga belajar menjalani proses untuk mencapai hasil terbaik.
Beliau mengingatkan bahwa setiap penampilan memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Ada keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berlatih, kemampuan berkomunikasi, serta sikap saling menghargai dalam sebuah kelompok.
Beliau juga mengajak seluruh murid untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, sebagaimana bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, tetapi tetap bersatu dalam satu identitas kebangsaan.
Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki karakter Islami, mencintai budaya bangsa, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Doa: Memohon Keberkahan dan Kelancaran Kegiatan
Sebelum memasuki rangkaian penampilan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ananda Razel Disya Alsyadat.

Seluruh hadirin mengikuti doa dengan khusyuk, memohon kepada Allah Swt. agar seluruh rangkaian kegiatan diberikan kelancaran, keberkahan, serta menjadi pengalaman yang membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh murid.
Panggung Kreativitas Dimulai: Beragam Budaya dalam Satu Harmoni
Setelah rangkaian pembukaan dan sambutan selesai, tibalah saat yang paling dinantikan, yaitu penampilan seni dari masing-masing kelompok. Suasana aula semakin semarak ketika para murid mulai menunjukkan hasil kreativitas dan persiapan yang telah mereka lakukan.
Setiap kelompok menghadirkan konsep dan keunikan tersendiri. Ada yang menampilkan kekayaan tradisi melalui pantun dan tarian, ada pula yang mengemas pesan kehidupan melalui puisi, lagu, dan drama musikal.
1. Berbalas Pantun – Kelompok 1 Abu Bakar Assidiq
Penampilan pertama dibuka oleh Kelompok 1 Abu Bakar Assidiq melalui pertunjukan berbalas pantun. Dengan gaya penyampaian yang menarik, para murid saling melontarkan pantun yang mengandung pesan, nasihat, humor, serta nilai-nilai kehidupan.
Kreativitas dalam menyusun sampiran dan isi pantun menjadi daya tarik tersendiri. Interaksi antarpemain menghadirkan suasana yang hidup dan menghibur. Melalui penampilan ini, murid turut memperkenalkan salah satu warisan sastra lisan Nusantara yang kaya akan makna dan kearifan lokal. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
2. Drama Musikal – Kelompok 1 Aisyah binti Abu Bakar
Selanjutnya, panggung diisi oleh Kelompok 1 Aisyah binti Abu Bakar melalui pertunjukan drama musikal. Perpaduan seni peran, musik, dialog, dan ekspresi menjadikan penampilan ini sebagai sajian yang menarik untuk disaksikan.

Para murid berusaha menghidupkan karakter yang diperankan melalui penghayatan cerita dan koordinasi antarpemain. Setiap adegan disusun untuk menghadirkan pesan yang dapat dipahami oleh penonton.
Penampilan ini memperlihatkan bahwa drama musikal membutuhkan kerja sama yang baik, keberanian berekspresi, serta kemampuan memadukan berbagai unsur seni menjadi satu pertunjukan yang utuh. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
3. Medley Tari Nusantara – Kelompok 1 Khalid bin Walid
Keindahan gerak dan irama tradisional hadir melalui penampilan Medley Tari Nusantara oleh Kelompok 1 Khalid bin Walid. Dengan mengenakan kostum yang mendukung penampilan, para murid mempersembahkan rangkaian tarian dari berbagai daerah di Indonesia.

Perpaduan gerakan, musik daerah, dan kekompakan menggambarkan betapa kayanya kebudayaan Nusantara. Setiap tarian memiliki ciri khas tersendiri yang mencerminkan identitas dan tradisi masyarakat daerah asalnya.

Penampilan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap seni tari tradisional sekaligus mengajak generasi muda untuk semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
4. Kolaborasi Puisi dan Lagu – Kelompok 1 Zainab binti Muhammad
Suasana kemudian berubah menjadi lebih ekspresif melalui penampilan Kolaborasi Puisi dan Lagu dari Kelompok 1 Zainab binti Muhammad.

Melalui perpaduan pembacaan puisi dan alunan lagu, para murid menghadirkan pertunjukan yang menggabungkan kekuatan kata-kata dengan keindahan musik. Setiap bait puisi disampaikan dengan penghayatan, sementara iringan lagu memberikan sentuhan emosional yang memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi media untuk menyampaikan perasaan, gagasan, dan pesan persatuan dengan cara yang indah dan bermakna. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
Mengenal Perjalanan dan Program Kelas VII melalui Tayangan Video
Di sela-sela penampilan seni, seluruh hadirin diajak menyaksikan tayangan video Sosialisasi Program Kelas VII. Video tersebut menampilkan dokumentasi berbagai kegiatan yang telah diikuti murid selama menjalani proses pendidikan di SMP IT Al-Kautsar.
Tayangan ini menjadi gambaran bahwa kehidupan murid di sekolah tidak hanya diisi dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga berbagai program yang dirancang untuk mengembangkan potensi akademik, spiritual, sosial, emosional, kepemimpinan, dan keterampilan.
Berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan karakter ditampilkan, di antaranya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), peringatan HUT Republik Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW., Isra Mikraj, Stadium General, Manasik Haji, Al-Kautsar Got Talent, Festival Bulan Bahasa, Pentas Seni, Mabit, dan Jalasah Ruhiyah.
Dalam bidang kepemimpinan dan pengembangan diri, murid juga mengikuti kegiatan PIK-R, OSIS, Jurnalistik, Gerakan Antibullying, serta berbagai kegiatan pembiasaan positif seperti Operasi Semut, Subuh Mubarokah, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), English Competition, Class Meeting, pemilihan Murid Teladan, dan program Kebersihan Kelas.
Pengembangan bakat dan minat turut difasilitasi melalui kegiatan Paduan Suara, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), serta pembelajaran T2Q (Tahsin dan Tahfiz Al-Qur’an).
Sementara itu, pembinaan keislaman diwujudkan melalui kegiatan Iftar Jama’i, Pesantren Ramadan, Safari Ramadan, BPI, serta pendidikan Akil Balig.
Dari sisi akademik dan pendampingan murid, video tersebut juga memperlihatkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan sistem Moving Class, asesmen, serta layanan Bimbingan dan Konseling yang mencakup konseling individu maupun klasikal.
Komunikasi antara wali kelas dan wali murid juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pendidikan antara sekolah dan keluarga.
Melalui tayangan tersebut, wali murid dapat melihat berbagai pengalaman belajar yang telah dilalui murid kelas VII. Setiap program menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi murid agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Panggung Kembali Bergemuruh: Penampilan Seni Berikutnya
Setelah menyaksikan tayangan program kelas VII, kegiatan kembali dilanjutkan dengan rangkaian pertunjukan seni yang semakin menambah semarak suasana aula.
5. Vocal Group – Kelompok 1 Usman bin Affan
Kelompok 1 Usman bin Affan tampil melalui pertunjukan vocal group. Dengan memadukan suara masing-masing anggota, para murid berusaha menghadirkan harmonisasi vokal yang indah dan kompak.

Penampilan ini menuntut kemampuan menjaga nada, tempo, kekompakan, serta kepekaan dalam mendengarkan suara anggota kelompok lainnya. Melalui latihan dan kerja sama, setiap suara berpadu menjadi satu kesatuan yang harmonis. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
6. Drama Musikal – Kelompok 2 Aisyah binti Abu Bakar
Pertunjukan berikutnya menghadirkan Kelompok 2 Aisyah binti Abu Bakar melalui drama musikal. Dengan konsep yang telah dipersiapkan, para murid kembali menghidupkan panggung melalui perpaduan dialog, gerakan, musik, dan seni peran.

Ekspresi para pemain, penghayatan karakter, serta koordinasi selama pertunjukan menjadi bagian penting yang memperlihatkan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan penampilan. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
7. Berbalas Pantun – Kelompok 2 Abu Bakar Assidiq
Tidak kalah menarik, Kelompok 2 Abu Bakar Assidiq turut mempersembahkan penampilan berbalas pantun. Melalui kreativitas merangkai kata, para murid menyuguhkan pantun dengan beragam pesan dan ungkapan yang menghibur.
Penampilan ini menjadi pengingat bahwa pantun merupakan salah satu kekayaan budaya Nusantara yang perlu terus dilestarikan. Tradisi berpantun mengajarkan kreativitas berbahasa, ketepatan memilih kata, serta kemampuan menyampaikan pesan dengan santun dan menarik. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
8. Kolaborasi Puisi dan Lagu – Kelompok 2 Zainab binti Muhammad
Kelompok 2 Zainab binti Muhammad menghadirkan kolaborasi puisi dan lagu dengan sajian yang memadukan keindahan sastra dan musik.

Melalui pembacaan puisi yang disertai iringan lagu, para murid berusaha menyampaikan pesan dan makna secara lebih mendalam. Kekompakan antara pembaca puisi dan pengiring lagu menjadi bagian penting yang membangun suasana pertunjukan. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
9. Medley Tari Nusantara – Kelompok 2 Khalid bin Walid
Keindahan budaya Indonesia kembali diperlihatkan melalui Medley Tari Nusantara oleh Kelompok 2 Khalid bin Walid.
Dengan gerakan yang dinamis dan penuh semangat, para murid menampilkan perpaduan tarian daerah yang menggambarkan keberagaman tradisi Indonesia. Keselarasan gerakan, iringan musik, dan kekompakan para penari menjadikan pertunjukan ini sebagai salah satu sajian yang menarik perhatian hadirin.

Melalui tarian tersebut, murid menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki kekayaan seni yang khas, tetapi seluruhnya merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
10. Drama Musikal – Kelompok 3 Aisyah binti Abu Bakar
Panggung kembali diisi dengan pertunjukan drama musikal dari Kelompok 3 Aisyah binti Abu Bakar. Kelompok ini menghadirkan kreativitas melalui seni peran yang dipadukan dengan musik dan gerakan.
Setiap anggota kelompok mengambil peran masing-masing untuk membangun alur cerita. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa sebuah pertunjukan yang menarik membutuhkan persiapan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama seluruh anggota. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
11. Vocal Group – Kelompok 2 Usman bin Affan
Suasana semakin semarak dengan penampilan vocal group dari Kelompok 2 Usman bin Affan. Para murid mempersembahkan harmonisasi suara melalui perpaduan vokal yang disusun secara berkelompok.

Kekompakan dan kemampuan menyelaraskan suara menjadi daya tarik utama dalam pertunjukan ini. Setiap anggota memiliki peran untuk menciptakan perpaduan suara yang saling melengkapi sehingga menghasilkan penampilan yang utuh dan berkesan. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
12. Kolaborasi Puisi dan Lagu – Kelompok 3 Zainab binti Muhammad
Sebagai salah satu rangkaian penampilan terakhir, Kelompok 3 Zainab binti Muhammad mempersembahkan kolaborasi puisi dan lagu.

Melalui perpaduan sastra dan musik, para murid menghadirkan sajian yang mengedepankan ekspresi, penghayatan, serta kekompakan. Penampilan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pertunjukan seni yang telah memperlihatkan beragam kreativitas dan potensi murid kelas VII. Penampilan nya dapat dilihat pada link youtube berikut :
Kehangatan Kebersamaan: Apresiasi dan Persembahan dari Wali Murid
Setelah seluruh rangkaian penampilan seni selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kesan dan pesan dari wali murid yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan orang tua menyampaikan tanggapan, apresiasi, serta pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan Pentas Seni Kelas VII.

Para wali murid mengungkapkan rasa bangga dan bahagia karena dapat menyaksikan secara langsung keberanian serta kreativitas putra-putri mereka dalam menampilkan berbagai pertunjukan seni. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi orang tua untuk melihat sisi lain dari kemampuan anak-anak yang mungkin belum sepenuhnya terlihat dalam keseharian di rumah.

Apresiasi juga disampaikan kepada pihak sekolah, para guru, dan panitia yang telah memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat dan minat melalui kegiatan yang positif dan edukatif. Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi bukti bahwa setiap murid memiliki potensi dan keunikan yang dapat dikembangkan melalui pendampingan dan kesempatan yang tepat.

Selain menyampaikan kesan dan pesan, suasana kebersamaan semakin hangat ketika salah satu wali murid turut menyumbangkan sebuah lagu. Persembahan tersebut menjadi momen istimewa yang menambah keakraban dan menciptakan suasana kekeluargaan di antara orang tua, guru, dan seluruh hadirin.

Momen ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan sekolah tidak hanya menjadi ruang interaksi antara murid dan guru, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga. Dukungan, apresiasi, serta keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan kolaboratif.
Apresiasi dan Penilaian: Menghargai Proses, Mengukir Prestasi
Seluruh penampilan dalam kegiatan Pentas Seni Kelas VII Tahun 2026 dilombakan dan dinilai oleh dewan juri, yaitu Ibu Eva Miswalda, S.Pd., dan Ibu Astri Ningsih, S.Pd., Gr.

Penilaian dilakukan untuk memberikan apresiasi terhadap kreativitas, kualitas penampilan, kekompakan, penguasaan materi, ekspresi, serta kesesuaian pertunjukan dengan konsep yang ditampilkan.
Melalui penilaian ini, murid mendapatkan pengalaman berkompetisi secara sehat, belajar menerima hasil dengan lapang dada, serta menghargai usaha dan kemampuan kelompok lainnya.
Setelah seluruh rangkaian penampilan selesai, tibalah saat yang dinantikan, yaitu pengumuman pemenang. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut kelompok yang berhasil meraih prestasi pada masing-masing kategori.
Juara Arrijal

- Juara 1: Kelompok 2 Khalid bin Walid – Medley Tari Nusantara.

- Juara 2: Kelompok 1 Khalid bin Walid – Medley Tari Nusantara.

- Juara 3: Kelompok 2 Usman bin Affan – Vocal Group.

Juara Annisa
- Juara 1: Kelompok 2 Zainab binti Muhammad – Kolaborasi Puisi dan Lagu.

- Juara 2: Kelompok 2 Aisyah binti Abu Bakar – Drama Musikal.

- Juara 3: Kelompok 3 Aisyah binti Abu Bakar – Drama Musikal.

Pengumuman pemenang disambut dengan penuh antusias oleh para murid dan wali murid. Kelompok yang berhasil meraih juara menerima apresiasi atas kerja keras dan kreativitas yang telah ditampilkan. Sementara itu, seluruh kelompok lainnya juga patut mendapatkan penghargaan karena telah berani tampil, berproses, dan memberikan penampilan terbaik.
Kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman bekerja sama, keberanian mengekspresikan diri, serta kemampuan menghargai perbedaan merupakan pencapaian berharga yang akan menjadi bekal bagi murid dalam perjalanan pendidikan mereka.
Penutup: Berbeda Budaya, Satu Cerita, Satu Indonesia
Setelah seluruh rangkaian kegiatan, sesi kesan dan pesan wali murid, serta persembahan lagu selesai, acara ditutup oleh MC, Ananda Azizah Jannatul Hari dan Raisa Khairani Estiningtyas. Keduanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, pimpinan sekolah, pengurus komite, dewan juri, wali murid, guru, panitia, serta seluruh murid yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan.

Pentas Seni Kelas VII Tahun 2026 menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan pembelajaran tentang keberanian, kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Kehadiran wali murid yang menyaksikan secara langsung penampilan putra-putri mereka, disertai penyampaian kesan dan pesan serta persembahan lagu, menjadi penutup yang memberikan warna tersendiri bagi kegiatan ini. Kebersamaan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi setiap proses tumbuh kembang murid.
Melalui tema “Nusantara dalam Harmoni: Berbeda Budaya, Satu Cerita, Satu Indonesia,” murid diajak memahami bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman yang saling melengkapi. Perbedaan bahasa, adat istiadat, kesenian, dan tradisi merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Semoga pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi muda yang percaya diri dalam berkarya, bangga terhadap budaya bangsa, serta senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan.
Sebab, setiap anak memiliki cerita, setiap budaya memiliki keindahan, dan setiap karya memiliki makna. Ketika semuanya berpadu dalam semangat persatuan, lahirlah harmoni yang memperkuat identitas bangsa Indonesia.
Nusantara dalam Harmoni: Berbeda Budaya, Satu Cerita, Satu Indonesia.
