Guru SMP IT Al-Kautsar Ikuti Workshop Bedah Budaya Sekolah : Membangun Karakter dan Meneguhkan Budaya Positif Sekolah

Sebagai bentuk komitmen dalam membentuk karakter unggul dan budaya positif, SMP IT Al-Kautsar menyelenggarakan Workshop Bedah Budaya Sekolah pada Selasa–Rabu, 17–18 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus kolaboratif bagi seluruh guru dalam menyamakan persepsi dan menyusun arah budaya sekolah berbasis nilai-nilai Islam dan karakter pelajar Pancasila.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Asyraf, S.Psi selaku pembawa acara. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, beliau mampu membangun suasana kegiatan menjadi hidup namun tetap penuh khidmat.

Pembukaan tersebut mengantarkan peserta pada suasana yang kondusif untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara serius namun tetap antusias.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustadz Andri Antoni, S.Pd.I., Gr. Suara merdu dan lantunan ayat suci yang beliau bacakan menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan. Ayat-ayat Al-Qur’an tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjadikan nilai-nilai ilahiyah sebagai landasan dalam menyusun budaya sekolah. Tilawah ini tidak hanya menjadi pembuka acara secara seremonial, tetapi juga sebagai pembuka hati untuk melibatkan Allah dalam setiap langkah perubahan yang akan diikhtiarkan bersama.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al-Kautsar, yang dipandu oleh Ibu Eva Miswalda, S.Pd. Lagu-lagu tersebut mengobarkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap lembaga, menguatkan motivasi para guru untuk mengambil peran dalam membangun peradaban sekolah.

Ketua Panitia, Ibu Roza Devina, Sos., Gr dalam sambutannya menyampaikan: “Workshop ini bukan sekadar agenda, tetapi merupakan momen strategis untuk menyamakan visi dan nilai bersama dalam membangun budaya sekolah yang kokoh dan berakar pada nilai-nilai Islam.”

Sementara itu, Kepala Sekolah, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membangun peradaban sekolah: “Budaya sekolah adalah denyut nadi dari pendidikan karakter. Maka, kita semua—guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik harus menjadi bagian dari pembentukan budaya sekolah yang positif.”

Acara selanjutnya diisi dengan brainstorming bersama yang dipandu oleh Wakil Direktur Bidang Pendidikan YPIT Al-Kautsar, Ustadz Fadly Mart Gultom, S.Pd.I., M.Pd., CEIC. Beliau mengajak para guru menyelami makna budaya sekolah sebagai bentuk nyata pengamalan nilai Islam, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Para guru kemudian dibagi dalam beberapa kelompok dan terlibat aktif dalam proses penyusunan budaya sekolah yang mencakup lima bidang utama:

  1. Ibadah

  2. Kedisiplinan dan Ketertiban

  3. Kerapian dan Kebersihan

  4. Perilaku Sosial

  5. Adab Makan dan Minum

Masing-masing kelompok mendiskusikan secara mendalam berbagai aspek, mulai dari bentuk pelanggaran, standar operasional prosedur (SOP), konsekuensi logis, level pelanggaran, alur penyelesaian, hingga target capaian budaya yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Islam Terpadu (SKL SIT).

Kegiatan ini tidak hanya melahirkan ide-ide konkret tetapi juga menjadi ruang diskusi yang hangat dan produktif.

Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil rumusan mereka dengan semangat kolaboratif, mencerminkan semangat kebersamaan dalam mewujudkan budaya sekolah yang utuh.

Sebagai penutup, kegiatan ini memberikan harapan baru bahwa SMP IT Al-Kautsar dapat semakin kuat dalam membentuk karakter, membudayakan nilai-nilai Islam, serta meneguhkan budaya positif sekolah secara berkelanjutan.

Semoga hasil workshop ini dapat menjadi pedoman bersama, bukan hanya untuk murid tetapi untuk seluruh warga sekolah dalam menjalani hari-hari pendidikan yang penuh makna,