
Semangat keilmuan kembali bersinar dari panggung kompetisi. Dua murid terbaik SMP IT Al-Kautsar, Ayiska Syifa’ Maruli dari kelas VIII Aminah dan Alisya Dinda Kirana dari kelas VIII Fatimah, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 pada cabang lomba Atraksi Sains dalam ajang Yasmi Science and Smart Competition yang diselenggarakan oleh MAS Yasmi Duri pada tanggal 6–7 Februari 2026.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi terbaik tingkat SMP/MTs se-Kecamatan Mandau, Bathin Solapan, dan Pinggir. Mengusung tema “Berkarakter, Berkarya dan Berprestasi Mencapai Potensi Diri yang Terbaik”, ajang ini tidak sekadar menjadi ruang perlombaan, tetapi juga panggung pembuktian bahwa karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan.
Sejak jauh hari sebelum perlombaan, Ayiska dan Alisya telah mempersiapkan diri dengan penuh kesungguhan di bawah bimbingan Ibu Lilik Efendi, S.Pd., Gr.

Persiapan mereka tidak hanya sebatas melatih cara demonstrasi eksperimen, tetapi juga memperdalam konsep materi mengenai reaksi kimia yang akan ditampilkan.

Mereka mempelajari teori tentang reaksi redoks, reaksi eksoterm, pembentukan gas, hingga perubahan warna akibat reaksi kimia.

Seluruh rangkaian latihan dilakukan di Laboratorium IPA SMP IT Al-Kautsar, sebuah ruang yang menjadi saksi tumbuhnya semangat dan ketekunan Ayiska dan Alisya. Di laboratorium IPA mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk mempersiapkan setiap detail atraksi sains yang akan ditampilkan. Meja praktik, gelas ukur, labu Erlenmeyer, serta bahan kimia tertata rapi menjadi bagian dari rutinitas latihan mereka.
Setiap eksperimen dicobakan berulang kali, setiap hasil diamati dengan saksama, dan setiap fenomena dianalisis secara ilmiah agar mampu menjelaskan alasan logis di balik setiap perubahan yang terjadi.

Atraksi sains yang dipilih adalah Ilusi Asap dan Gelembung Oksigen. Dua eksperimen yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya akan konsep ilmiah.
Mereka berlatih dengan penuh kesungguhan, mengulang langkah demi langkah, memastikan takaran bahan tepat, memperhatikan prosedur keselamatan, dan mengevaluasi setiap hasil percobaan. Jika reaksi belum sesuai harapan, mereka tidak mudah menyerah. Dengan semangat yang sama, mereka berdiskusi, mencari tahu penyebabnya, lalu mencoba kembali dengan lebih teliti. Suasana latihan pun kerap dipenuhi percakapan ilmiah yang serius namun tetap diselingi tawa ringan, menandakan kekompakan yang terjalin erat.

Eksperimen Ilusi Asap menggunakan bubuk PK yang mengandung bahan aktif kalium permanganat. Bahan selanjutnya yaitu antiseptik hidrogen peroksida 3%.
Sementara eksperimen Gelembung Oksigen memanfaatkan vanish yang mengandung hidrogen peroksida dan surfaktan. Bahan selanjutnya yaitu antiseptik hidrogen peroksida 3%, balon, serta glitter biru sebagai penambah visualisasi.
Pada hari pelaksanaan, tim SMP IT Al-Kautsar berangkat bersama Ibu Lilik Efendi menuju lokasi lomba di MAS Yasmi Duri. Setibanya di lokasi, mereka mendapatkan nomor undian Lot 11. Suasana perlombaan terasa khidmat sekaligus menegangkan. Juri membuka kegiatan dengan membacakan Juknis dan SOP lomba, mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi keselamatan dan ketertiban selama eksperimen berlangsung.
Ketika nama SMP IT Al-Kautsar dipanggil, Ayiska dan Alisya melangkah maju dengan penuh percaya diri. Mereka telah mengenakan baju laboratorium, sarung tangan, dan masker sebagai bagian dari standar keamanan kerja ilmiah. Dengan tertib mereka membawa alat dan bahan menuju area yang telah disediakan, lalu memperkenalkan diri dengan sopan sebelum memulai demonstrasi.

Eksperimen pertama yang ditampilkan adalah Ilusi Asap. Mereka menuangkan hidrogen peroksida ke dalam labu Erlenmeyer, kemudian dengan hati-hati memasukkan bubuk kalium permanganat.

Tak lama kemudian, muncul fenomena yang tampak seperti asap putih disertai gelembung-gelembung yang membuat larutan terlihat seolah-olah mendidih.


Alisya menjelaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah asap hasil pembakaran. Ketika hidrogen peroksida (H₂O₂) bertemu kalium permanganat (KMnO₄), terjadi reaksi redoks (oksidasi–reduksi) yang sangat cepat dan bersifat eksoterm, yaitu melepaskan panas. Panas yang dihasilkan dapat dirasakan dari labu Erlenmeyer yang terasa hangat. Kalium permanganat berperan mempercepat penguraian hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Sebagian air yang terbentuk berubah menjadi uap akibat panas reaksi, sehingga terlihat seperti “ASAP”. Gelembung-gelembung yang terbentuk bukan karena air mendidih, melainkan karena gas oksigen yang keluar sangat cepat. Warna larutan pun berubah dari ungu menjadi kecokelatan karena terbentuknya endapan mangan dioksida.

Kesimpulan hasil eksperimen ini meliputi terbentuknya gas oksigen (O₂), terbentuknya air (H₂O), terbentuknya endapan cokelat berupa mangan dioksida (MnO₂), terbentuknya larutan kalium hidroksida (KOH), serta meningkatnya suhu larutan karena reaksi eksoterm.
Eksperimen kedua, Gelembung Oksigen, tak kalah memukau. Ayiska memasukkan vanish ke dalam gelas ukur, menambahkan glitter biru, lalu memasukkan bubuk kalium permanganat ke dalam balon yang kemudian direkatkan ke mulut gelas ukur. Saat balon digoyangkan hingga bubuk masuk ke dalam larutan, terbentuk gelembung-gelembung yang naik ke atas dan balon pun mengembang.


Secara ilmiah, Ayiska menjelaskan bahwa hidrogen peroksida dalam vanish bereaksi dengan kalium permanganat menghasilkan gas oksigen. Kandungan surfaktan pada vanish membentuk busa sehingga gas oksigen terperangkap di dalamnya dan bergerak naik. Gas oksigen inilah yang menyebabkan balon mengembang. Warna gelembung yang kecokelatan berasal dari endapan mangan dioksida, sementara warna ungu dari ion permanganat. Glitter biru berfungsi memperindah visualisasi, sebagian mengendap di dasar gelas ukur dan sebagian ikut naik bersama gelembung, menciptakan tampilan yang menarik.

Tepuk tangan penonton pun menggema ketika hasil eksperimen terlihat jelas. Adapun video eksperimen ini dapat dilihat pada link berikut : https://www.instagram.com/reel/DU7qc_9kV_m/?igsh=MWE2bjA4OGFhMXowYQ==
Setelah demonstrasi, sesi tanya jawab berlangsung. Dengan tenang dan terstruktur, Ayiska dan Alisya mampu menjawab setiap pertanyaan juri sesuai konsep ilmiah yang telah mereka pelajari dan pahami.
Detik-detik pengumuman menjadi momen yang mendebarkan. Suasana aula hening ketika dewan juri mulai membacakan para pemenang. Ketika nama SMP IT Al-Kautsar disebut sebagai Juara 3, senyum haru terpancar dari wajah Ayiska dan Alisya.

Mereka naik ke panggung bersama Ibu Lilik Efendi untuk menerima piala, sertifikat, dan voucher penghargaan. Tepuk tangan kembali menggema, menjadi saksi atas kerja keras yang terbayar indah.

Rasa bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah Ayiska dan Alisya ketika nama mereka dipanggil ke atas panggung. Langkah keduanya terasa ringan, namun sarat makna. Di hadapan para juri, peserta, dan pendamping, mereka menerima piala dengan tangan yang sedikit bergetar, bukan karena gugup, melainkan karena haru yang memenuhi dada.

Kabar kemenangan ini segera menyebar dan disambut dengan penuh kebanggaan oleh seluruh guru SMP IT Al-Kautsar.
Keberhasilan yang diraih Ayiska dan Alisya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atau tim semata, tetapi juga dirasakan sebagai kebahagiaan bersama oleh seluruh keluarga besar SMP IT Al-Kautsar. Seluruh guru merasa ikut andil dalam pencapaian tersebut, karena setiap proses pendidikan yang berlangsung di sekolah merupakan hasil kolaborasi dan dukungan bersama.
Para guru menyadari bahwa prestasi ini lahir dari lingkungan belajar yang saling menguatkan. Pembelajaran di kelas, pembiasaan disiplin, dorongan untuk aktif bertanya, hingga motivasi yang diberikan dalam keseharian, semuanya menjadi bagian dari fondasi yang membentuk kesiapan Ayiska dan Alisya. Setiap guru, dengan perannya masing-masing, turut menanamkan nilai ketekunan, tanggung jawab, dan keberanian untuk mencoba nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam dunia sains.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketika seluruh elemen sekolah berjalan seirama, mendukung potensi murid dengan sepenuh hati, maka hasil yang membanggakan pun dapat terwujud.
Wali kelas VIII Aminah, Ibu Afrida Azwir, S.Pd., Gr., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas prestasi yang diraih oleh Ayiska. Menurut beliau, capaian tersebut bukanlah sesuatu yang hadir secara tiba-tiba, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin, kesungguhan, dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar. “Saya melihat Ayiska sebagai sosok yang tenang, tekun, dan memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Di kelas, ia menunjukkan keseriusan dalam belajar dan tidak ragu untuk bertanya ketika ada hal yang belum dipahaminya. Sikap inilah yang menurut saya menjadi fondasi penting dalam dunia sains,” ungkap beliau.

Wali kelas VIII Fatimah, Ibu Tiara Sri Dasneri, S.Pd., turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih Alisya. Ibu Tiara juga mengapresiasi keberanian Alisya saat tampil di hadapan juri dan penonton. “Tampil dalam lomba tentu bukan hal yang sederhana. Dibutuhkan keberanian, penguasaan materi, dan kepercayaan diri. Ibu bangga karena Alisya mampu menunjukkan ketenangan saat melakukan eksperimen serta menjelaskan konsep ilmiahnya dengan runtut dan jelas. Itu menunjukkan bahwa ia benar-benar memahami apa yang ia kerjakan.”
Beliau berharap prestasi ini menjadi pengalaman yang membentuk mental juara dalam diri Alisya. “Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, tidak cepat puas, dan tetap rendah hati. Kami di kelas VIII Fatimah sangat bangga, dan semoga ini juga menginspirasi teman-teman lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi diri, khususnya di bidang sains.”
Dengan penuh syukur, Ayiska mengungkapkan, “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada Ibu Lilik yang telah sabar membimbing kami, mengajarkan kami memahami konsep secara mendalam, dan selalu memberi semangat di setiap latihan.”
Alisya pun menyampaikan, “Selama proses latihan hingga hari lomba, kekompakan adalah kunci. Kami saling menguatkan dan belajar bersama. Semoga ini menjadi awal untuk terus berkembang dan berprestasi.”
Prestasi ini juga tidak terlepas dari peran aktif mereka sebagai anggota ekstrakurikuler Sains Club SMP IT Al-Kautsar.
Sains Club hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih keterampilan eksperimen, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membiasakan murid menganalisis fenomena secara ilmiah. Melalui kegiatan diskusi, praktik laboratorium, hingga persiapan kompetisi, Sains Club menjadi ruang bertumbuh bagi murid yang memiliki minat di bidang sains.
SMP IT Al-Kautsar terus berkomitmen memberikan ruang dan dukungan bagi seluruh murid untuk mengembangkan bakat dan minatnya, khususnya dalam bidang sains.
Prestasi Ayiska dan Alisya menjadi bukti bahwa ketika sekolah menyediakan wadah yang tepat, dan murid bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan tersebut, maka potensi terbaik akan menemukan jalannya untuk bersinar.

Semoga capaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi gemilang berikutnya. Dengan karakter yang kuat, karya yang nyata, dan semangat berprestasi, generasi SMP IT Al-Kautsar akan terus melangkah, menyalakan cahaya ilmu di setiap kesempatan yang diberikan.


