
Kabar membanggakan kembali datang dari SMP IT Al-Kautsar. Dua murid kelas VIII Zaid berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Islamic Youth Festival (IYF) Ke-II Tahun 2026 cabang Lomba Tahfidz Juz 29 tingkat SMP. Kedua murid tersebut adalah Muhammad Naufal Muzakki yang berhasil meraih Juara 2 Putra dan Luthfi Wirawan Aldo yang memperoleh Juara 3 Putra.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMP IT Al-Kautsar. Keberhasilan keduanya menunjukkan bahwa kesungguhan dalam menjaga dan menguatkan hafalan Al-Qur’an dapat melahirkan prestasi sekaligus menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qur’ani yang berkarakter Islami.
Islamic Youth Festival Ke-II Tahun 2026 mengusung tema “Bergerak Bersama, Menguatkan Generasi Berkarakter Islami dan Berdaya Saing Global”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspernas) sebagai wadah pengembangan potensi, bakat, dan prestasi murid sekolah Islam terpadu di berbagai bidang.
Pada cabang Lomba Tahfidz Juz 29 tingkat SMP, peserta ditantang untuk menunjukkan ketepatan, kelancaran, dan kekuatan hafalan melalui mekanisme perlombaan yang telah ditetapkan oleh dewan juri. Peserta tidak perlu mengucapkan salam ketika memulai penampilan. Setelah mendengarkan soal yang dibacakan oleh dewan juri, peserta diminta mengulangi ayat yang menjadi soal, kemudian melanjutkan hafalan hingga bel berbunyi. Apabila soal dimulai dari awal surah, peserta membaca basmalah, sedangkan jika soal dimulai dari pertengahan surah, peserta tidak perlu membaca basmalah.
Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga ketentuan bunyi bel yang harus diperhatikan peserta. Bel satu kali menandakan adanya kesalahan dalam hafalan, bel dua kali menjadi tanda peserta harus berpindah ke soal berikutnya, sedangkan bel tiga kali menandakan bahwa penampilan peserta telah berakhir. Mekanisme ini menuntut peserta untuk senantiasa fokus, teliti, dan mampu menjaga konsentrasi selama perlombaan berlangsung.
Melangkah ke Tingkat Nasional
Keberhasilan Muhammad Naufal Muzakki dan Luthfi Wirawan Aldo meraih prestasi pada kompetisi ini menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka. Keduanya berhasil memperoleh kesempatan untuk melanjutkan perjuangan pada tingkat nasional.
Pada tingkat nasional, kompetisi akan dilaksanakan melalui dua babak, yaitu babak penyisihan yang dijadwalkan pada Kamis, 5 November 2026, dan babak final pada Sabtu, 14 November 2026. Kesempatan ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi kedua murid untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Kepala Sekolah: Prestasi yang Lahir dari Kedekatan dengan Al-Qur’an
Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian kedua murid tersebut.
Beliau mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih Naufal dan Luthfi bukan sekadar keberhasilan dalam sebuah perlombaan, melainkan juga cerminan dari kesungguhan, kedisiplinan, dan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh Muhammad Naufal Muzakki dan Luthfi Wirawan Aldo. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan semakin mencintai Al-Qur’an. Kami berharap prestasi ini tidak membuat mereka cepat berpuas diri, tetapi justru menjadi penyemangat untuk terus belajar, berlatih, dan menjaga hafalan.”
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pembimbing, wali kelas, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada kedua murid.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah senantiasa menjaga hafalan mereka, melimpahkan keberkahan ilmu, dan memberikan hasil terbaik pada tahapan kompetisi selanjutnya.”
Pembimbing: Persiapan, Ketekunan, dan Menjaga Kualitas Hafalan
Ustadzah Tarmini, S.Pd., Gr., selaku pembimbing lomba, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian Naufal dan Luthfi. Menurut beliau, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang dilakukan melalui latihan dan pendampingan secara bertahap.
Persiapan lomba dilakukan dengan memfokuskan latihan pada penguatan hafalan Juz 29, terutama kelancaran dalam melanjutkan ayat, ketepatan bacaan, serta kemampuan mengingat ayat ketika diberikan potongan soal secara acak. Murid juga dilatih untuk memperhatikan urutan ayat, mengenali awal dan pertengahan surah, serta membiasakan diri menjawab pertanyaan hafalan tanpa terburu-buru.
Selain memperkuat hafalan, latihan juga diarahkan pada kesiapan mental dan konsentrasi. Hal ini penting karena dalam perlombaan peserta harus mampu menyimak soal dari dewan juri, mengulang ayat yang diberikan, kemudian melanjutkan hafalan dengan tepat sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diperoleh Naufal dan Luthfi. Proses persiapan tentu membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kesabaran. Mereka harus terus mengulang hafalan, memperbaiki bagian-bagian yang masih kurang lancar, serta membiasakan diri menghadapi soal-soal sambung ayat. Saya juga terus mengingatkan agar keduanya tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi benar-benar menjaga kualitas hafalan.”
Beliau juga berpesan agar kedua murid senantiasa meluruskan niat dalam menghafal Al-Qur’an.
“Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan. Jangan menghafal hanya karena ingin mendapatkan juara, tetapi niatkan karena Allah Swt. Hafalan yang sudah diperoleh harus terus dijaga dengan murajaah, karena menghafal membutuhkan kesungguhan, sedangkan mempertahankannya membutuhkan istiqamah. Tetap rendah hati, jangan mudah menyerah, dan terus berusaha memberikan penampilan terbaik. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap prosesnya.”
Wali Kelas: Kebanggaan dan Motivasi bagi Teman-Teman
Ibu Rini Mustikawati, S.Pd., Gr., selaku wali kelas VIII Zaid, turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi yang diraih kedua muridnya.
Beliau mengungkapkan bahwa pencapaian Naufal dan Luthfi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar kelas VIII Zaid. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman sekelas untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan semangat belajar, serta berani mengikuti berbagai kompetisi positif.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Naufal dan Luthfi. Semoga prestasi ini menjadi awal dari keberhasilan-keberhasilan berikutnya. Saya berharap keduanya tetap semangat, menjaga hafalan, dan tidak melupakan adab serta akhlak sebagai seorang penghafal Al-Qur’an.”
Beliau juga berharap agar seluruh murid kelas VIII Zaid dapat mengambil pelajaran dari perjuangan kedua temannya.
“Setiap anak memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Teruslah berusaha, jangan takut mencoba, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Semoga keberhasilan Naufal dan Luthfi dapat memotivasi teman-teman lainnya untuk berprestasi sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing.”
Muhammad Naufal Muzakki: Bersyukur atas Kesempatan dan Hasil yang Diperoleh
Muhammad Naufal Muzakki, peraih Juara 2 Putra, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas hasil yang berhasil diraihnya dalam kompetisi tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. karena telah diberikan kemudahan dan kesempatan untuk mengikuti lomba Tahfidz Juz 29 ini. Saya juga berterima kasih kepada ustadzah pembimbing, wali kelas, orang tua, dan semua pihak yang telah mendoakan serta memberikan dukungan selama persiapan hingga perlombaan.”
Naufal mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran, terutama tentang pentingnya menjaga hafalan, melatih konsentrasi, dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
“Saya berharap bisa terus meningkatkan hafalan, lebih rajin murajaah, dan menjadi lebih baik lagi ke depannya. Semoga ilmu dan hafalan Al-Qur’an yang saya miliki dapat bermanfaat serta menjadi bekal dalam kehidupan.”
Luthfi Wirawan Aldo: Bersyukur dan Berharap Melangkah Lebih Jauh
Sementara itu, Luthfi Wirawan Aldo, peraih Juara 3 Putra, juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang diperoleh.
“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah Swt. atas hasil yang telah diberikan. Saya senang bisa mengikuti lomba ini dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih kepada ustadzah pembimbing, wali kelas, orang tua, dan teman-teman yang sudah memberikan dukungan serta doa”
Luthfi berharap dapat terus memperbaiki hafalan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi kompetisi pada tingkat nasional.
“Insyaallah, saya akan berusaha lebih giat lagi dalam mengulang hafalan dan memperbaiki bacaan. Saya berharap bisa lolos ke babak final dan memperoleh hasil terbaik pada tingkat nasional. Mohon doa dan dukungannya agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti perlombaan berikutnya.”
Menumbuhkan Generasi Qur’ani yang Berprestasi
Prestasi yang diraih Muhammad Naufal Muzakki dan Luthfi Wirawan Aldo menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan yang mendukung kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi.
Lebih dari sekadar penghargaan dan gelar juara, perjalanan keduanya mengajarkan tentang pentingnya kedisiplinan, kesungguhan, kesabaran, dan istiqamah dalam menjaga kalam Allah.
Segenap keluarga besar SMP IT Al-Kautsar mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammad Naufal Muzakki dan Luthfi Wirawan Aldo atas prestasi yang telah diraih.
Semoga Allah Swt. senantiasa menjaga hafalan keduanya, memberikan kemudahan dalam menghadapi babak penyisihan dan final tingkat nasional, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dan pedoman dalam kehidupan.
Teruslah melangkah, teruslah bermurajaah, dan jadilah generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, berkarakter Islami, serta berprestasi.
Barakallah fiikum
