
Kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) Annisa SMP IT Al-Kautsar kembali dilaksanakan pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan mengusung tema “Merawat Taqwa, Menjaga Istiqomah Pasca Ramadhan.”
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Selasa hingga Rabu, 28–29 April 2026, dan diikuti seluruh murid annisa dari kelas VII hingga kelas IX dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Ibu Kepala Sekolah SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan MABIT adalah untuk membina dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan murid, sekaligus melatih diri agar mampu istiqomah dalam menjalankan ibadah, khususnya setelah bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, beliau berharap para murid dapat lebih fokus dalam memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan MABIT ini murid dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk memudahkan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Setiap kelompok didampingi oleh seorang Umi pendamping yang berperan penting dalam membimbing dan mengarahkan murid.







Umi pendamping memberikan arahan terkait teknis pelaksanaan kegiatan, tata tertib selama MABIT, serta memastikan setiap murid dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Selain itu, kehadiran Umi pendamping juga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman, hangat, dan penuh kebersamaan di dalam setiap kelompok.





Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Suasana masjid dipenuhi oleh para murid yang duduk rapi, menanti dimulainya rangkaian acara. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Khansa Rafifah menjadi pembuka yang menghadirkan ketenangan dan kekhidmatan, mengantarkan hati seluruh peserta untuk lebih siap mengikuti kegiatan bernuansa spiritual ini. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan tartil menambah kesan mendalam dan menjadi pengingat akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia MABIT, Bapak Irham, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Beliau menekankan bahwa MABIT bukan sekadar kegiatan bermalam di sekolah, melainkan sarana pembinaan ruhiyah yang diharapkan mampu menanamkan kebiasaan ibadah yang berkelanjutan. Beliau juga mengingatkan peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP IT Al-Kautsar, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Ilham Asyraf Suhendry, S.Psi., Gr, dalam arahannya, beliau memberikan motivasi yang penuh makna kepada para murid. Beliau mengajak para murid untuk tidak menjadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi menjadikannya sebagai titik awal untuk terus istiqomah sepanjang waktu. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga akhlak, memperbaiki diri, serta menjadi generasi muslimah yang kuat dalam iman, cerdas dalam berpikir, dan santun dalam berperilaku.
Sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Direktur bidang Keislaman, Bapak Syamsul Huda. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa istiqomah adalah amalan yang berat, namun sangat dicintai oleh Allah SWT. Oleh karena itu, melalui kegiatan MABIT ini, para murid diharapkan dapat melatih diri untuk konsisten dalam menjalankan ibadah, meskipun dalam kondisi yang sederhana. Beliau juga mengajak murid untuk memanfaatkan setiap momen dalam kegiatan ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memasuki waktu Magrib, seluruh murid melaksanakan shalat Magrib berjamaah dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Suasana kebersamaan dalam beribadah terasa begitu hangat, mempererat ukhuwah di antara sesama murid.
Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama di Pujasera. Momen ini menjadi kesempatan bagi para murid untuk berinteraksi, berbagi cerita, serta menikmati hidangan dalam suasana yang santai namun tetap tertib.



Setelah itu, murid kembali melaksanakan shalat Isya berjamaah. Dengan suasana malam yang semakin tenang, ibadah terasa lebih khusyuk dan mendalam. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi keislaman yang menjadi inti dari kegiatan MABIT.
Untuk peserta kelas VII, materi disampaikan oleh Ustadzah Mechi Erniza, S.H., Gr. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para murid untuk memahami pentingnya menjaga iman sejak usia dini. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang komunikatif, beliau menjelaskan bagaimana cara sederhana untuk tetap dekat dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, serta berbuat baik kepada sesama.

Sementara itu, murid kelas VIII dan IX mendapatkan materi dari Ustadzah Reza Lusiana, S.Psi., Gr. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya istiqomah setelah Ramadhan. Beliau mengajak murid untuk merenungkan kembali amalan-amalan yang telah dilakukan selama Ramadhan, serta bagaimana cara mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian materi berlangsung interaktif, diselingi dengan pertanyaan dan diskusi yang membuat peserta lebih aktif dan terlibat secara langsung.


Setelah sesi materi yang penuh makna, kegiatan dilanjutkan dengan Mission Game. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kekompakan, kerjasama, serta membangun semangat kebersamaan di antara para murid. Setiap kelompok harus menyelesaikan berbagai tantangan yang tidak hanya menguji ketangkasan, tetapi juga pemahaman nilai-nilai keislaman. Suasana keceriaan dan antusiasme tampak jelas dari para murid yang mengikuti setiap permainan dengan penuh semangat.

Menjelang larut malam, murid diarahkan untuk beristirahat guna mempersiapkan diri menghadapi ibadah di sepertiga malam. Meskipun waktu istirahat terbatas, para murid tetap menjaga kedisiplinan dan ketertiban.
Pada dini hari, suasana berubah menjadi lebih khusyuk ketika para murid dibangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud dan witir berjamaah. Dalam keheningan malam, lantunan doa dan dzikir terdengar lirih, menciptakan suasana yang begitu menyentuh hati. Momen ini menjadi salah satu bagian paling berkesan, di mana para murid diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan merenungkan perjalanan hidup mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah. Setelah itu, salah satu murid menyampaikan kultum yang berisi pesan-pesan keislaman. Kultum ini menjadi wadah bagi murid untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan dalam menyampaikan dakwah di hadapan teman-temannya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh murid menikmati sarapan pagi bersama. Suasana kebersamaan terasa begitu hangat, diiringi dengan wajah-wajah ceria meskipun kelelahan setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. MABIT ini tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan para murid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh murid mampu merawat taqwa yang telah dibangun selama Ramadhan serta menjaga istiqomah dalam beribadah dan berperilaku. MABIT menjadi salah satu langkah nyata dalam membentuk generasi muslimah yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam keimanan dan berakhlak mulia.
