
Selasa, 24 Februari 2026, menjadi momen yang dinanti di lingkungan YPIT Al-Kautsar. Bertempat di Masjid Agung Al-Kautsar, ratusan murid serta guru SD dan SMP IT Al-Kautsar berkumpul dalam satu majelis penuh makna: Safari Dakwah bersama Syeikh Palestina.
Kegiatan Safari Dakwah ini ditaja oleh Adara bekerja sama dengan LAZ Ibadurrahman Duri dan JSIT Kabupaten Bengkalis. Safari Dakwah tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak yayasan YPIT Al-Kautsar sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Palestina.
Acara dimulai tepat pukul 11.00 WIB. Suasana masjid terasa khidmat. Murid-murid duduk rapi bersaf. Wajah-wajah muda itu menatap ke depan dengan penuh rasa ingin tahu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kak Lulu selaku pengkisah, Bapak M. Hasbi Alhudri, S.Pd.I selaku Direktur LAZ Ibadurrahman Duri, Bapak Ahmad Syarwani, S.Pd selaku Ketua JSIT Kabupaten Bengkalis, serta Syeikh Hasan At Thawil, seorang syeikh dari Gaza, Palestina.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Bidang Keislaman YPIT Al-Kautsar, Ustadz Syamsul Huda. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan atas kehadiran para tamu, khususnya Syeikh dari Gaza yang telah jauh menempuh perjalanan untuk berbagi kisah dan kondisi terkini Palestina.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum pendidikan hati bagi seluruh murid. “Hari ini kita belajar bukan hanya dengan akal, tetapi juga dengan nurani. Semoga pertemuan ini menumbuhkan rasa cinta, empati, dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita di Palestina,” tuturnya dengan penuh harap.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ahmad Syarwani, S.Pd selaku Ketua JSIT Kabupaten Bengkalis. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa JSIT Kabupaten Bengkalis selama ini terus berupaya bersinergi dengan Adara dan LAZ Ibadurrahman dalam membantu warga Palestina, baik melalui edukasi, penggalangan donasi, maupun penyaluran bantuan kemanusiaan.

Beliau menegaskan bahwa kepedulian terhadap Palestina adalah bagian dari kepedulian umat. “Kerja sama ini adalah bentuk nyata bahwa kita tidak diam. Kita ingin generasi muda memahami kondisi Palestina dan turut ambil bagian dalam membantu, meski dari tempat yang jauh,” ujarnya penuh semangat.

Memasuki sesi utama, diputar sebuah video yang menampilkan kondisi Gaza. Tayangan tersebut memperlihatkan bangunan-bangunan yang hancur, rumah-rumah yang rata dengan tanah, serta wajah-wajah anak kecil yang kehilangan tempat berlindung. Suasana masjid mendadak hening. Beberapa murid tampak menundukkan kepala. Ada yang terdiam merenung, ada pula yang menyeka air mata.

Video tersebut menggambarkan betapa kerasnya kehidupan di Gaza. Dentuman rudal yang memecah langit, keluarga-keluarga yang harus mengungsi, serta anak-anak yang kehilangan hak mereka untuk belajar dan bermain dengan tenang. Tanah yang dulu menjadi tempat kehidupan berubah menjadi puing dan debu.

Setelah video diputar, Syeikh Hasan At Thawil menyampaikan secara langsung kondisi Gaza. Dengan suara yang lantang dan penuh semangat, beliau menceritakan bagaimana masyarakat Gaza bertahan di tengah keterbatasan. Tentang anak-anak yang tetap belajar di tengah reruntuhan, tentang para ibu yang tetap tegar meski kehilangan, dan tentang masjid-masjid yang menjadi saksi doa-doa panjang memohon keselamatan.

Beliau mengajak seluruh generasi muda Al-Kautsar untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi bagian dari perubahan. “Kalian mungkin jauh dari Palestina, tetapi doa dan kepedulian kalian sangat berarti. Bantu dengan doa, bantu dengan suara kebaikan,” pesan beliau.

Saat itu, suasana benar-benar terasa berbeda. Murid-murid duduk dalam diam yang penuh makna. Hati mereka seperti diketuk pelan. Ada rasa haru, ada rasa sedih, dan tumbuh pula tekad untuk berbuat sesuatu. Beberapa guru tampak mengusap mata, menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga pembentukan empati dan kepedulian.

Syeikh Hasan At Thawil menyampaikan kisah-kisah yang menguatkan, menghadirkan cerita tentang keteguhan anak-anak Palestina yang tetap menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan. Cerita itu membuat murid-murid Al-Kautsar semakin menyadari betapa besarnya nikmat keamanan dan fasilitas yang mereka miliki hari ini.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Syeikh Hasan At Thawil. Seluruh hadirin menengadahkan tangan. Suara “Aamiin” menggema di dalam masjid, menyatu dengan harapan akan kebebasan Palestina dan kemerdekaan Masjidil Aqsa.

Di penghujung acara, dibuka kesempatan untuk berinfak. Seluruh murid dan guru memberikan infak terbaiknya. Bukan sekadar memasukkan lembaran rupiah, tetapi menghadirkan ketulusan dan doa untuk saudara-saudara di Palestina.
Sebagai bentuk apresiasi dan ukhuwah, tim dari Adara juga menyerahkan cendera mata kepada pihak yayasan, serta kepada SD dan SMP IT Al-Kautsar. Penyerahan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi simbol terjalinnya sinergi kebaikan dan komitmen bersama dalam mendukung perjuangan serta kemanusiaan untuk Palestina.


Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M., turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Safari Dakwah tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran Syeikh dari Gaza dan tim Adara bersama JSIT Kabupaten Bengkalis serta LAZ Ibadurrahman menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh murid. “Kegiatan ini bukan hanya membuka wawasan murid tentang kondisi Palestina, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari umat Islam. Kami berharap, apa yang mereka saksikan hari ini dapat membentuk karakter mereka menjadi generasi yang peduli dan siap berkontribusi untuk kebaikan,” tutur beliau penuh harap.
Safari Dakwah bukan hanya sebuah acara, melainkan perjalanan batin. Perjalanan yang mengajarkan arti persaudaraan lintas negeri, arti empati, dan arti tanggung jawab sebagai bagian dari umat Islam.
Semoga langkah kecil yang dimulai dari Masjid Agung Al-Kautsar ini menjadi bagian dari gelombang besar kebaikan untuk Palestina. Karena sejatinya, kepedulian tidak mengenal jarak, ia hidup di dalam hati yang tergerak.
