
SMP IT Al-Kautsar kembali menorehkan langkah inspiratif dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Pada tahun pelajaran 2024/2025, sekolah resmi menetapkan dua peserta didik terbaik sebagai Duta Literasi, yaitu Ibnu Safiq Ibrahim dan Zano Najmi, keduanya berasal dari kelas VIII Ali.
Pemilihan Duta Literasi merupakan bagian dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diinisiasi oleh para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP IT Al-Kautsar. Program ini hadir sebagai wujud nyata kepedulian guru terhadap peningkatan budaya literasi di kalangan peserta didik, sekaligus sebagai sarana untuk mewadahi potensi dan minat peserta didik dalam membaca, menulis, dan berkomunikasi.
Jejak Literasi Ibnu dan Zano
Ibnu Safiq Ibrahim dikenal sebagai sosok yang tenang, tekun, dan memiliki kecintaan tinggi terhadap buku. Ia aktif mengisi waktu luangnya di perpustakaan sekolah dengan membaca berbagai genre buku, mulai dari biografi tokoh, buku sejarah Islam, hingga fiksi ilmiah. Tidak hanya membaca, Ibnu juga menunjukkan ketertarikan dalam menulis, terutama dalam bentuk cerpen.

Sementara itu, Zano Najmi adalah pribadi yang komunikatif, kreatif, dan memiliki semangat tinggi dalam menyampaikan ide-ide literasi. Ia juga aktif sebagai penggerak dalam kegiatan program literasi harian.

Peran dan Harapan sebagai Duta Literasi
Sebagai Duta Literasi, Ibnu dan Zano memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam budaya membaca, menulis, dan berbagi pengetahuan di lingkungan sekolah.
Kepala SMP IT Al-Kautsar, Ibu Melia Henny M, S.Pd., M.M menyampaikan harapan besar kepada Duta Literasi terpilih. “Ibnu dan Zano bukan hanya ikon literasi sekolah, tetapi juga agen perubahan yang akan menumbuhkan semangat literasi yang positif dan berkelanjutan. Semoga kehadiran mereka dapat menginspirasi teman-temannya untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai gaya hidup cerdas dan berakhlak,” ujar Ibu Meli.
Sinergi Guru dan Peserta Didik dalam Membangun Budaya Literasi
Program pemilihan Duta Literasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara guru dan peserta didik dapat melahirkan gerakan positif yang berdampak luas. Peran aktif MGMP Bahasa Indonesia dalam menggagas dan mengawal program ini merupakan bentuk dedikasi guru dalam membentuk ekosistem sekolah yang literat dan berbudaya.
SMP IT Al-Kautsar berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan literasi sebagai bagian dari proses pendidikan yang holistik, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan pola pikir peserta didik yang luas, kritis, dan berwawasan.
Selamat kepada Ibnu Safiq Ibrahim dan Zano Najmi. Semoga dapat menjalankan amanah ini dengan semangat, dedikasi, dan keteladanan yang menginspirasi seluruh warga sekolah.
